Berita

Anggota DPD Dapil DKI Jakarta, Fahira Idris. (Foto: Dok. Pribadi)

Politik

Fahira Idris: Kolaborasi Kamtibmas Penting saat Jakarta Ditinggal Mudik

KAMIS, 19 MARET 2026 | 21:50 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Jakarta selama periode mudik dan libur Idulfitri 1447 Hijriah harus dijaga secara optimal.

Anggota DPD Dapil DKI Jakarta, Fahira Idris menilai kondisi Ibu Kota yang relatif lengang karena banyak warga pulang kampung justru membutuhkan kewaspadaan lebih tinggi.

“Momentum mudik membuat banyak rumah kosong dan aktivitas warga menurun. Karena itu, kolaborasi antara warga, aparat, dan pemerintah provinsi di semua tingkatan menjadi kunci agar Jakarta tetap aman dan kondusif,” ujar Fahira dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 19 Maret 2026.


Ketua Umum Bang Japar itu juga memaparkan sejumlah langkah strategis yang perlu diperkuat bersama untuk menjaga kamtibmas selama masa mudik.

Pertama, memastikan seluruh lingkungan RT/RW kembali mengaktifkan sistem keamanan lingkungan (siskamling) secara konsisten dengan jadwal ronda yang terorganisir.

Kedua, memperkuat koordinasi antara warga dengan aparat keamanan, seperti Bhabinkamtibmas dan Babinsa, sehingga potensi gangguan keamanan dapat direspons lebih cepat.

Ketiga, menerapkan sistem pengamanan lingkungan seperti one gate system atau portal akses terbatas guna meminimalkan potensi tindak kejahatan.

Keempat, mendorong warga yang akan mudik untuk melaporkan keberangkatan kepada pengurus lingkungan agar rumah yang ditinggalkan dapat dipantau bersama.

Kelima, memastikan kesiapan lingkungan dari aspek keamanan dasar seperti penerangan jalan, kebersihan, hingga mitigasi potensi kebakaran.

“Menjaga Jakarta saat mudik adalah tanggung jawab bersama. Dengan kolaborasi yang kuat, kita tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga merawat rasa kebersamaan dan kepedulian antarwarga,” pungkas Fahira.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Dimakamkan di Mashhad

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:21

Wall Street Ditutup Menguat Didorong Harapan Negosiasi Iran-AS

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:08

Terjaring OTT KPK, Bupati Sukoharjo Diduga Peras Perangkat Daerah

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:50

Menkes Budi Ajak Kreator Jadikan Pola Makan Sehat Sebagai Tren Baru

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:45

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Jakarta Dicecar KPK soal Pengadaan Rel di DJKA

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:32

Harga Emas Melonjak Didorong Aksi Bargain Hunting dan Sentimen Geopolitik

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:21

Sentimen AI Pulihkan Bursa Eropa, STOXX 600 Menguat

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:12

OTT di Solo Raya: Selain Bupati Sukoharjo KPK Juga Amankan 4 Orang Lainnya

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:04

Ekonomi NTB Tumbuh 13,64 Persen, Peluang Lahirnya Inovasi Anak Muda Kian Terbuka

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:01

Kepindahan Narji dari PKS ke PSI Dianggap Kutu Loncat Gurem

Jumat, 10 Juli 2026 | 06:58

Selengkapnya