Berita

Ilustrasi Ogoh-Ogoh (Sumber: Gemini Generated Image)

Nusantara

Sejarah dan Makna Ogoh-Ogoh di Bali, Simbol Bhuta Kala dalam Tradisi Nyepi

KAMIS, 19 MARET 2026 | 21:44 WIB | OLEH: TIFANI

Pawai ogoh-ogoh akan digelar di Bali dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi 2026 atau Tahun Baru Saka 1948. Ogoh-ogoh sendiri adalah karya seni berupa patung dalam kebudayaan Bali yang menggambarkan kepribadian Bhuta Kala.

Bhuta kala merepresentasikan kekuatan (Bhu) alam semesta dan waktu (Kala) yang tak terukur dan tidak terbantahkan. Seperti tahun-tahun sebelumnya, pawai ogoh-ogoh selalu dinantikan tidak hanya oleh umat Hindu di Bali, tetapi juga wisatawan.

Melansir lama resmi Pemprov Bali, ogoh-ogoh merupakan salah satu tradisi umat Hindu khususnya di Bali dalam menyambut Hari Raya Nyepi. Ogoh-ogoh akan diarak oleh sejumlah pemuda di Bali. Tradisi mengarak ogoh-ogoh ini biasanya disebut dengan “pengerupukan”. 


Pengerupukan umumnya dilakukan tepat sehari sebelum Hari Raya Nyepi. Sejaran terkait asa muasal ogoh-ogoh sendiri ada beberapa versi. 

Ada yang mengatakan bahwa ogoh-ogoh dikenal sejak zaman Dalem Balingkang di mana saat itu ogoh-ogoh digunakan untuk upacara pitra yadna. Namun, ada pula yang berpendapat bahwa ogoh-ogoh terinspirasi dari tradisi Ngusaba Ndong-Nding di desa Selat Karangasem, Bali.

Pendapat lain mengatakan bahwa ogoh-ogoh muncul karena barung ladung yang merupakan wujud dari pasangan Raja Jaya Pangus dan Putri Kang Cing Wei yang memiliki wajah buruk rupa dan menyeramkan. Istilah ogoh-ogoh berasal dari kata dalam bahasa Bali, yakni "ogah-ogah", yang artinya sesuatu yang digoyangkan.

Kata itu diperoleh dari gerakan ogoh-ogoh yang digoyang-goyangkan pada saat diarak. Ada pula informasi lain yang menyebutkan bahwa ogoh-ogoh muncul sekitar tahun 70-an.

Saat itu, ogoh-ogoh lahir karena para perajin patung merasa jenuh untuk membuat patung yang terbuat dari bahan keras sehingga memilih untuk membuat patung dari bahan yang ringan. Hasilnya adalah ogoh-ogoh seperti yang dikenal saat ini, terbuat dari bahan-bahan ringan seperti bambu, kayu, kertas, dan bahan daur ulang lainnya.

Tradisi membuat ogoh-ogoh kemudian semakin berkembang dan populer, terutama sejak penetapan Nyepi sebagai hari libur nasional oleh Pemerintah Indonesia pada 1983.

Sejak saat itu, umat Hindu di Bali menjadikan ogoh-ogoh sebagai bagian dari acara mengelilingi desa dengan membawa obor atau dikenal sebagai acara ngerupuk, yang diadakan sehari sebelum hari raya Nyepi. Berkembangkan waktu, ogoh-ogoh sering pula berwujud makhluk-makhluk yang hidup di Mayapada, Syurga dan Naraka, seperti naga, gajah, Widyadari.

Ogoh-ogoh bertujuan untuk membersihkan alam semesta dari kejahatan dan kekacauan, sehingga dapat menyambut Tahun Baru dan hari raya Nyepi dengan keadaan batin yang suci. Bentuk ogoh-ogoh sering diwujudkan menyerupai makhluk raksasa yang menyeramkan dan menggambarkan kepribadian Bhuta Kala.

Dalam ajaran Hindu Dharma, Bhuta Kala melambangkan unsur-unsur kekuatan jahat yang harus dinetralisir. Adapun pawai ogoh-ogoh dimaksudkan untuk menetralisir Bhuta Kala atau energi negatif.

Setelah diarak mengelilingi desa atau banjar, ogoh-ogoh akan dibakar sebagai lambing pemusnahan sifat-sifat buruk dari dalam diri manusia. Harapannya, masyarakat dapat memasuki tahun baru Saka dengan jiwa yang bersih.



Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

AMMN Cetak Laba Bersih Rp15,9 Triliun hingga September 2026

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:24

Hasto Ingatkan Kader PDIP Tak Boleh Takut Bela Rakyat

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:01

Kapolres Jakbar Obrak-abrik Kampung Boncos, Tiga Orang Dicokok

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 05:16

Respons Ijazah Gibran, PDIP: Tidak Ada Kebohongan yang Abadi

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 05:01

Fahira Idris Apresiasi Kepastian Ujian Ulang Siswa

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:36

Prajurit Marinir Perbaiki Jembatan di Distrik Aradide

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:11

Diduga Terjerat Kasus Korupsi, AKBP Edy Songkel Dicopot

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:00

Prabowo Didorong Percepat Reformasi Energi Nasional

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:31

Komunitas Pengawas WNA Desak Dirjen Pajak Telaah Dumas PT BCI

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:14

Jogja Cultural Wellness Festival 2026 Usung Wisata Kebugaran

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:00

Selengkapnya