Berita

Ilustrasi penyebaran virus campak. (Foto: artificial intelligence)

Kesehatan

Waspada, Ratusan Suspek Virus Campak Ditemukan di Sumut

KAMIS, 19 MARET 2026 | 19:20 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Kasus suspek campak di Sumatera Utara patut diwaspadai. Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara (Dinkes Sumut) mencatat, sejak awal 2026 hingga 4 Maret, total sudah mencapai 387 kasus campak tersebar di berbagai daerah.

“Sepanjang 2026 sampai dengan data 4 Maret, ada 387 kasus suspek campak. Suspek itu masih diduga. Dari jumlah itu, yang terkonfirmasi positif sebanyak 18 kasus,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Sumut melalui Sekretarisnya, Hamid Rijal Lubis diberitakan Kantor Berita RMOLSumut, Kamis, 19 Maret 2026.

Kasus positif tersebut ditemukan di lima daerah, yakni Deliserdang, Batubara, Tanjung Balai, Pematangsiantar, dan Tapanuli Tengah.


Meski jumlah kasus terus bertambah, penetapan status Kejadian Luar Biasa (KLB) belum dilakukan. Hamid menegaskan, kewenangan tersebut berada di pemerintah kabupaten/kota, dengan sejumlah tahapan dan pertimbangan yang harus dilalui.

“Untuk KLB itu penetapannya di kabupaten/kota. Ada beberapa proses dan pertimbangan sebelum ditetapkan,” kata Hamid.

Dinkes Sumut saat ini memilih fokus pada langkah pengendalian. Pemantauan dan evaluasi terus diperketat, terutama di wilayah dengan temuan kasus positif maupun lonjakan suspek.

Selain itu, pemerintah daerah diminta segera melakukan penyelidikan epidemiologi pada setiap kasus yang muncul. Langkah ini dinilai krusial untuk menelusuri sumber penularan dan mencegah penyebaran lebih luas.

“Kami minta dilakukan penyelidikan epidemiologi, khususnya untuk kasus terkonfirmasi. Idealnya, seluruh suspek juga ditelusuri,” katanya.

Dinkes Sumut juga memastikan distribusi vaksin tetap berjalan lancar sebagai bagian dari upaya pencegahan. Koordinasi lintas sektor juga terus diperkuat guna menekan penyebaran penyakit ini.

“Rantai logistik vaksin kita pastikan aman. Koordinasi lintas sektor juga penting dalam penanggulangan,” tutup Hamid.

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

UPDATE

Virus Hanta, Politik Ketakutan, dan Bayang-Bayang Bisnis Kesehatan Global

Selasa, 19 Mei 2026 | 06:22

Bocah di Tapteng Diduga Dipukuli Ayahnya Gegara Telat Pulang

Selasa, 19 Mei 2026 | 06:00

Jokowi dan Relawan Bersiap Blusukan

Selasa, 19 Mei 2026 | 05:42

DPRD DKI Geber Ranperda RPPLH dan Pembangunan Keluarga

Selasa, 19 Mei 2026 | 05:19

MUI: Penangkapan Aktivis Sumud Flotilla Bentuk Ketakutan Israel

Selasa, 19 Mei 2026 | 05:04

Evaluasi Otsus Papua!

Selasa, 19 Mei 2026 | 04:47

Arinal Djunaidi Ajukan Praperadilan ke PN Tanjungkarang

Selasa, 19 Mei 2026 | 04:11

Beruang Liar Serang Petani Sawit di Musi Rawas

Selasa, 19 Mei 2026 | 04:08

Pramono Klaim Arena Ring Tinju Bikin Tawuran Turun Drastis

Selasa, 19 Mei 2026 | 03:26

Tiket Kereta Daop 2 Bandung Laris Manis Selama Libur Panjang

Selasa, 19 Mei 2026 | 03:15

Selengkapnya