Berita

Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Buya Amirsyah Tambunan. (Foto: Dok. MUI)

Politik

MUI Imbau Umat Tunggu Hasil Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H

KAMIS, 19 MARET 2026 | 17:41 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Buya Amirsyah Tambunan mengimbau umat Islam di Indonesia menunggu hasil sidang isbat pemerintah dalam penentuan 1 Syawal 1447 Hijriah.

Menurut Buya Amirsyah, penentuan awal Syawal merupakan wilayah ijtihadi para ulama yang memungkinkan terjadinya perbedaan pandangan.

“Ini wilayah ijtihadi para ulama, sedangkan peran umara menetapkan (isbat) seperti wasit yang menjadi fasilitator sebagai jembatan untuk mempertemukan perbedaan,” ujar Buya Amirsyah dalam keterangannya, Kamis, 19 Maret 2026.


Ia juga mengingatkan pentingnya sikap toleransi apabila terdapat perbedaan hasil dalam penetapan awal Syawal.

“Jika terdapat perbedaan maka perlu sikap toleransi (tasamuh) dalam wilayah perbedaan (majalul i’tikaf). Sikap tasamuh dalam bentuk lapang dada sehingga tidak menimbulkan saling menyalahkan. Yang penting memiliki dasar kuat untuk mencari kebenaran, bukan pembenaran,” jelasnya.

Buya Amirsyah menambahkan, terdapat dua metode yang digunakan dalam penetapan awal bulan kamariah, yakni melalui pendekatan hisab dan rukyat.

“Bil ilmi menggunakan pendekatan astronomi untuk menghitung posisi hilal, sedangkan bil ru’yah menggunakan pengamatan fisik hilal secara langsung atau dengan alat. Keduanya bertujuan menemukan hilal,” paparnya.

Kementerian Agama dijadwalkan menggelar sidang isbat penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah pada Kamis, 19 Maret 2026, bertepatan dengan 29 Ramadan 1447 H.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya