Berita

Logo PBNU. (Foto: RMOL/Abdul Rouf Ade Segun)

Nusantara

Lembaga Falakiyah NU Prediksi Lebaran 21 Maret 2026

KAMIS, 19 MARET 2026 | 16:52 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Nahdlatul Ulama (NU) memprediksi Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Hal itu disampaikan Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) karena posisi hilal masih berada di bawah kriteria Imkan Rukyah Nahdlatul Ulama (IRNU).

Dalam keterangannya, LF PBNU menjelaskan bahwa berdasarkan data falakiyah, pada Kamis 29 Ramadan 1447 H atau 19 Maret 2026, tinggi hilal di wilayah Indonesia berada pada kisaran 0 derajat 49 menit hingga 2 derajat 53 menit, dengan elongasi antara 4 derajat 36 menit hingga 6 derajat 09 menit.

“Hilal di seluruh Indonesia berada di atas ufuk, tetapi masih di bawah kriteria Imkan Rukyah Nahdlatul Ulama, sehingga berada pada zona istihalah al-rukyah,” demikian keterangan resmi LF PBNU, Kamis, 19 Maret 2026.


Meski secara geometris hilal telah berada di atas ufuk, kondisi tersebut dinilai belum memenuhi standar visibilitas yang digunakan NU. Dengan posisi tersebut, hilal secara teoritis dinilai sulit bahkan tidak mungkin terlihat.

Kendati demikian, LF PBNU tetap melaksanakan rukyatul hilal pada Kamis petang di berbagai titik pemantauan di Indonesia. Pengamatan dilakukan oleh jaringan LF PBNU dengan metode rukyat langsung menggunakan mata telanjang maupun bantuan alat optik seperti teleskop dan kamera.

LF PBNU menegaskan bahwa penetapan awal Syawal tetap menunggu hasil sidang isbat yang digelar Kementerian Agama RI.

“Apabila hilal tidak terlihat dalam rukyatul hilal, maka NU akan mendorong pemerintah Republik Indonesia menetapkan istikmal Ramadan, sehingga 1 Syawal 1447 H berpotensi jatuh pada Sabtu Pahing, 21 Maret 2026,” jelas LF PBNU.

Lebih lanjut dijelaskan, keberhasilan rukyatul hilal tidak hanya ditentukan oleh posisi bulan, tetapi juga dipengaruhi sejumlah faktor lain seperti kondisi atmosfer, kecerahan langit senja, keberadaan awan, hingga sensitivitas alat pengamatan.

Karena itu, masyarakat diimbau menunggu hasil resmi sidang isbat pemerintah serta ikhbar PBNU sebagai pedoman dalam penetapan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Kuota Batu Bara Turun, Laba Bisnis Tambang Astra Tergerus 28 Persen

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:33

Denny Indrayana Walk Out dari Sidang Gugatan Ijazah Gibran

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:17

Laba Otomotif Astra Naik 8 Persen

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:13

Maroko Kembangkan Pelabuhan Raksasa Berkapasitas 20 Juta Kontainer

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:11

Lewat Program Pelita, AHY Ajak Warga Manfaatkan Energi Surya

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:10

Normalisasi Sungai di Jakarta Dikebut Jelang Musim Hujan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:02

Laba Astra Tergerus 12 Persen, Ini Penyebabnya

Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:58

Raja Juli Batal Bahas Karhutla di DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:43

Film Laut Bercerita Resmi Tayang di Bioskop Indonesia

Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:20

BGN Perluas MBG Prasmanan, Sasar 5.000-10.000 Dapur hingga Akhir Tahun

Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:19

Selengkapnya