Berita

Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodriguez (Foto: Reuters)

Global

Kuba Tuduh AS Dalangi Penutupan Kedutaan Kosta Rika di Havana

KAMIS, 19 MARET 2026 | 15:48 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah Kuba mengecam keras keputusan Kosta Rika yang menutup kedutaannya di Havana dan menurunkan hubungan diplomatik menjadi sebatas tingkat konsuler. 

Dalam pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Kuba, Kamis, 19 Maret 2026, disebutkan bahwa keputusan itu disampaikan melalui nota diplomatik tanpa disertai alasan yang jelas. 

Bahkan, Kosta Rika juga meminta penarikan staf diplomatik Kuba dari San José dengan dalih resiprositas yang dianggap tidak berdasar.


Kuba menilai kebijakan tersebut sebagai langkah sewenang-wenang yang tidak mencerminkan kepentingan rakyat Kosta Rika. 

Havana menuding keputusan itu diambil di bawah tekanan Amerika Serikat yang selama ini berupaya mengisolasi Kuba di kawasan.

“Ini adalah keputusan sewenang-wenang, yang jelas-jelas diambil di bawah tekanan dan tanpa mempertimbangkan kepentingan nasional bangsa saudara kita itu," ungkap Kemlu Kuba. 

Pemerintah Kuba juga mengecam pernyataan Presiden Kosta Rika Rodrigo Chaves Robles yang dinilai telah memanipulasi fakta sejarah dan mengabaikan dampak kebijakan blokade AS terhadap kondisi ekonomi Kuba.

Langkah Kosta Rika tersebut justru menjadikannya bagian dari upaya Washington untuk meningkatkan tekanan terhadap Kuba, yang selama ini ditentang oleh komunitas internasional.

“Dengan langkah ini, pemerintah Kosta Rika, yang memiliki rekam jejak menundukkan diri pada kebijakan AS terhadap Kuba, sekali lagi bergabung dengan serangan pemerintah AS dalam upaya barunya untuk mengisolasi negara kita dari negara-negara Amerika," tegasnya. 

Meski demikian, Kuba menegaskan hubungan historis antara kedua negara tidak akan mudah diputus. Pemerintah Kuba menyebut ikatan rakyat kedua negara tetap kuat, sebagaimana tercermin dalam sejarah perjuangan bersama di kawasan Amerika Latin.

"Tidak ada yang dapat memisahkan rakyat Kuba dan Kosta Rika, yang dipersatukan oleh ikatan tak terpisahkan dari sejarah bersama, yang diperkaya oleh pahlawan-pahlawan besar kemerdekaan Kuba seperti Martí dan Maceo," pungkasnya.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

Kapolri Resmi Larang Seluruh Polisi Pakai Vape

Minggu, 01 November 2026 | 21:51

Ketidakpuasan terhadap Kinerja Pemerintah

Minggu, 01 November 2026 | 21:33

Gaduh Penggeledahan Pesantren, Polri Libatkan Propam

Minggu, 01 November 2026 | 20:41

Dua Nasabah Gugat AIA Financial ke PN Jaksel

Minggu, 01 November 2026 | 20:18

Mantra Mahasiswa dan Mengapa Rakyat Sering Kali Dikalahkan?

Minggu, 01 November 2026 | 19:36

KB Bank Syariah Digugat ke Pengadilan

Minggu, 01 November 2026 | 18:39

Pakar Tata Negara Bongkar Efek Putusan MA Terhadap Nasib Gibran

Minggu, 01 November 2026 | 18:15

Cancel Culture RANS-Willie Salim Contoh Kemarahan Publik

Minggu, 01 November 2026 | 17:41

Lulusan Trisakti Didorong Jadi Generasi Inovatif dan Berjiwa Wirausaha

Minggu, 01 November 2026 | 17:23

Elemen Umat Islam Harus Bersatu Perkuat Ekonomi melalui Koperasi

Minggu, 01 November 2026 | 17:00

Selengkapnya