Berita

Mendagri Afghanistan, Sirajuddin Haqqani tiba untuk menghadiri pemakaman massal bagi para korban dugaan serangan udara Pakistan terhadap pusat rehabilitasi narkoba di Kabul (Foto: AFP)

Dunia

Pakistan-Afghanistan Sepakat Gencatan Senjata Lima Hari Selama Idulfitri

KAMIS, 19 MARET 2026 | 15:15 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Ketegangan militer antara Pakistan dan Afghanistan untuk sementara mereda setelah kedua negara menyepakati gencatan senjata selama lima hari dalam rangka perayaan Eid al-Fitr. 

Gencatan senjata dimediasi oleh Saudi Arabia, Turkey, dan Qatar, sebagai upaya meredakan konflik yang telah menelan ratusan korban jiwa dalam beberapa pekan terakhir. 

Momentum Idulfitri dimanfaatkan sebagai celah diplomatik untuk menghentikan sementara eskalasi yang kian memanas di perbatasan kedua negara.


Menteri Informasi Pakistan, Attaullah Tarar, menegaskan bahwa penghentian sementara operasi militer akan berlangsung hingga Selasa, 24 Maret 2026.

"Pakistan menyampaikan isyarat ini dengan itikad baik dan sesuai dengan norma-norma Islam," ungkapnya, seperti dikutip dari Independent News, Kamis, 19 Maret 2026. 

Ia menambahkan bahwa operasi akan kembali dilanjutkan jika terjadi serangan lintas batas, serangan pesawat tak berawak, atau insiden terorisme apa pun di dalam Pakistan.

Dari pihak Kabul, juru bicara pemerintah Zabiullah Mujahid mengonfirmasi adanya gencatan senjata, meski tidak merinci batas waktunya. Ia juga menyampaikan peringatan tegas bahwa Afghanistan akan merespons dengan berani terhadap setiap agresi jika terjadi ancaman.

Sebelumnya, pemerintah Afghanistan menuding serangan udara Pakistan pada Senin sebagai penyebab kematian 408 orang dan melukai 265 lainnya. 

Sementara United Nations mencatat angka korban tewas mencapai 143 orang. Islamabad membantah tudingan tersebut dan menegaskan bahwa pihaknya hanya menyasar target militer bukan fasilitas sipil.

Serangan yang diduga menghantam rumah sakit rehabilitasi narkoba Omid di Kabul itu menjadi salah satu yang paling mematikan dalam rangkaian konflik terbaru. 

Ratusan warga pada Kamis, 19 Maret 2026, menghadiri pemakaman massal yang digelar dengan penggalian kuburan menggunakan alat berat, sementara relawan Afghan Red Crescent Society mengangkut peti jenazah di bawah guyuran hujan.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya