Berita

Ilustrasi

Nusantara

Sedia Payung hingga Tabir Surya saat Panas Terik Melanda

KAMIS, 19 MARET 2026 | 13:12 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Dinas Kesehatan DKI Jakarta meminta masyarakat untuk mewaspadai dampak suhu panas tinggi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Bahkan, suhu udara di Jakarta sempat mencapai 35,6 derajat Celsius.

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga menjelang Lebaran 2026.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati mengatakan, terdapat sejumlah masalah kesehatan yang perlu diwaspadai selama periode cuaca panas ekstrem ini.


Di antaranya heat stroke yang merupakan kondisi darurat medis dengan gejala suhu tubuh tinggi, kulit panas dan kering, serta kebingungan. Selain itu, heat exhaustion dengan gejala pusing, mual, sakit kepala, kram otot, dan keringat berlebih juga perlu diantisipasi.

Dehidrasi berat akibat berkurangnya cairan tubuh secara drastis dapat memicu gangguan ginjal akut. Tidak hanya itu, panas ekstrem juga dapat menekan kerja jantung sehingga memperburuk penyakit kardiovaskular dan diabetes, serta menyebabkan iritasi kulit seperti ruam panas dan meningkatkan risiko kanker kulit.

“Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk menjaga kondisi tubuh saat cuaca panas untuk mencegah gangguan kesehatan,” ujarnya, Kamis, 19 Maret 2026.

Dinas Kesehatan DKI Jakarta menginformasikan bahwa suhu tinggi dapat berdampak langsung terhadap kondisi kesehatan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, serta pekerja luar ruangan.

Terkait pola konsumsi selama cuaca panas, Dinas Kesehatan DKI Jakarta meminta masyarakat untuk memperhatikan asupan cairan terutama di bulan puasa. Menurutnya, air putih tetap menjadi pilihan utama karena cepat diserap tubuh dan aman dikonsumsi.

Selain itu, larutan rehidrasi oral atau oralit dapat digunakan untuk menggantikan elektrolit yang hilang, terutama saat dehidrasi sedang hingga berat.

Alternatif lainnya adalah air kelapa yang mengandung elektrolit alami dan menyegarkan, serta minuman isotonik yang mengandung elektrolit dan sedikit gula untuk membantu pemulihan energi setelah aktivitas berat.

“Jus buah tanpa tambahan gula juga dapat menjadi pilihan karena mengandung air dan vitamin yang membantu hidrasi ringan,” tandasnya.

Beberapa langkah pencegahan menghindari gangguan kesehatan akibat paparan panas diantaranya menghindari paparan panas terutama pada pukul 10.00 hingga 14.00, menggunakan topi atau payung saat berada di luar ruangan, serta mengenakan pakaian berbahan ringan dan longgar. 

Lalu disarankan menggunakan tabir surya minimal SPF 30 pada kulit yang tidak tertutup pakaian sebelum keluar rumah, minum air putih minimal dua liter per hari, konsumsi buah segar yang banyak mengandung air, kembalikan cairan tubuh yang hilang dengan minuman berelektrolit.


Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Korban Jiwa Gempa NTT Bertambah jadi 53 Orang, 135 Warga Luka-Luka

Minggu, 16 Agustus 2026 | 20:27

Rusak Berat Diguncang Gempa, Hotel Jayakarta Suites Komodo Flores Tutup Sementara

Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:43

SBY Minta Maaf

Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:15

Tembus Jalur Laut, Bantuan Gempa M 7,7 Disalurkan ke Pulau Palue Sikka

Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:47

Polri Terbangkan 10 Anjing K9 untuk Cari Korban Gempa NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:12

3,4 Ton Logistik untuk NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:50

Reza Aulia Diberhentikan, Kursi Direktur Niaga Garuda Kosong

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:40

Kemendikdasmen Jangan Lamban Merespons Gempa NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:04

Retorika Janji Kemerdekaan

Minggu, 16 Agustus 2026 | 16:35

Jalur Alternatif Darat Penghubung Ende-Nagekeo Masih Terputus

Minggu, 16 Agustus 2026 | 15:33

Selengkapnya