Berita

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir. (Foto: Istimewa)

Nusantara

Idulfitri Momentum Berbagi dan Perkuat Persaudaraan

KAMIS, 19 MARET 2026 | 11:49 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Hari Raya Idulfitri menjadi momentum untuk berbagi, peduli, dan mempererat persaudaraan lintas sesama.

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengatakan membangun kepedulian untuk pengaman jaringan sosial ini tidak hanya di tingkat nasional, tapi juga global seperti untuk saudara di Palestina, Iran, dan di berbagai belahan bumi lainnya yang membutuhkan uluran tangan.

“Memberi adalah panggilan dari semangat ke-berislaman kita untuk siapapun tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras, golongan, dan bangsa. Dan itulah yang harus kita hidupkan setelah bulan Ramadan,” ungkap Haedar lewat keterangan resminya, Kamis, 19 Maret 2026.
    

    
Jejak dari Ramadan yang perlu diawetkan oleh muslim, kata Haedar adalah menahan amarah. Meski marah melekat pada setiap insan, tapi menjadi pemarah sampai pada sikap berlebihan tentu harus dieliminasi.

Pesan yang juga ditekankan Haedar adalah memberi maaf. Jika pernah marah disebabkan oleh orang lain, maka gudang maaf yang besar itu harus disiapkan untuk diberikan kepada siapapun orang itu.

Sebaliknya, seorang muslim yang baik harus berjiwa besar untuk meminta maaf ketika dirinya berbuat atau berlaku salah. Dengan demikian, puasa yang dijalankan selama Ramadan bisa berdampak pada kehidupan kolektif maupun pribadi.

“Di bulan Syawal ketika kaum muslimin memulai satu Syawal sebagai hari pertama beridulfitri dan sekaligus memulai hari baru, maka kebiasaan yang sangat baik adalah berislaturahmi,” katanya.

Silaturahmi sebagai ruang bersama untuk memperbaiki kualitas hubungan kemanusiaan di level keluarga, masyarakat, bahkan antar bangsa. Di sisi lain rusaknya kemanusiaan disebabkan hancurnya hubungan yang melintas.

“Dari sinilah pentingnya kita membangun persaudaraan. Persaudaraan yang melintas batas, baik sesama iman maupun dengan seluruh anak bangsa dan siapapun yang ada,” tuturnya.

Akan tetapi, membangun persaudaraan melintas ini harus didasarkan pada Al Maidah ayat 2, yaitu membangun persaudaraan, bekerja sama untuk kebaikan dan ketakwaan, bukan bekerja sama dalam keburukan dalam kehidupan antar manusia.



Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Seriuskah Kemdiktisaintek Menjaga Mutu Pendidikan Tinggi

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:22

Anggota Dewan Etik Golkar Diduga Terlibat Dugaan Penipuan Miliaran

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:11

Membangun Kemandirian Energi Desa Melalui Penguatan Kapasitas Local Hero

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:05

Pertamina Perkuat Kemitraan Strategis Lewat SRM Summit 2026

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:31

Kerja Sama KSPSI-UT Perluas Kesempatan Pekerja Raih Pendidikan Tinggi

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:17

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PTPN IV PalmCo Fasilitasi APRC 2026, Perputaran Ekonomi Masyarakat Meningkat

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:58

Isu Wamenhan Baru Jangan Terjebak Kepentingan Bisnis dan Korporasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:55

Paroki Kraksaan Menanti Kejelasan

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:32

Pramono-Erick Thohir Godok Persiapan FIFA ASEAN Cup di Jakarta

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:24

Selengkapnya