Berita

Selat Hormuz (Foto: AFP)

Dunia

AS Gempur Situs Rudal Iran di Selat Hormuz dengan Bom 5.000 Pon

KAMIS, 19 MARET 2026 | 11:09 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Amerika Serikat melancarkan serangan militer ke fasilitas rudal Iran di sekitar Selat Hormuz dengan menggunakan bom berbobot 5.000 pon. 

Pejabat Pentagon menyatakan, pasukan AS menggunakan sejumlah bom penghancur bunker untuk menghantam situs rudal Iran yang diperkuat di sepanjang garis pantai. 

Target utama serangan ini adalah rudal jelajah anti-kapal yang sebelumnya digunakan militer Iran untuk menyasar kapal-kapal komersial yang melintas di selat tersebut.


Komando Pusat AS atau U.S. Central Command (CENTCOM) hanya memberikan keterangan terbatas terkait operasi ini, namun menegaskan keberhasilannya. 

“Beberapa jam lalu, pasukan AS berhasil menggunakan beberapa amunisi penetrator dalam seberat 5.000 pon pada situs-situs rudal Iran yang diperkuat di sepanjang garis pantai Iran dekat Selat Hormuz,” tulis CENTCOM dalam pernyataan di media sosial, seperti dikutip dari Washington Times, Kamis, 19 Maret 2026.

CENTCOM menambahkan bahwa keberadaan sistem persenjataan Iran tersebut menjadi ancaman nyata bagi pelayaran global. 

“Rudal jelajah anti-kapal Iran di lokasi-lokasi ini menimbulkan risiko bagi pelayaran internasional di selat tersebut," tegasnya.

Situasi semakin genting setelah Iran memberlakukan blokade yang secara efektif menutup akses di Selat Hormuz. Jalur sempit ini merupakan salah satu titik paling vital bagi distribusi energi dunia, dengan sekitar 20 persen pasokan minyak global melintasinya.

Pemerintahan Presiden Donald Trump kini berupaya membentuk koalisi internasional guna membuka kembali jalur tersebut, meski belum berhasil menggalang dukungan luas dari negara-negara lain.

Namun Trump menegaskan bahwa Washington tidak bergantung pada bantuan pihak lain. 

“Kami tidak membutuhkan terlalu banyak bantuan; sebenarnya, kami tidak membutuhkan bantuan sama sekali," ujarnya, menandakan kesiapan AS untuk bertindak sendiri dalam mencapai tujuannya di Iran.

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

Golkar Berduka, Putri Akbar Tandjung Wafat

Rabu, 11 Maret 2026 | 15:27

Mengenal Bupati Rejang Lebong M Fikri yang Baru Terjaring OTT

Selasa, 10 Maret 2026 | 06:15

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

UPDATE

Nyepi di Tengah Ramadan Perkuat Persaudaraan Lintas Iman

Kamis, 19 Maret 2026 | 10:01

Bedah Trailer 'Spider-Man: Brand New Day', Mengungkap Daftar Pemain dan Kandidat Musuh Utama

Kamis, 19 Maret 2026 | 09:49

Volume Kendaraan Tol Trans Jawa Naik Signifikan

Kamis, 19 Maret 2026 | 09:47

Kepadatan Tol Jakarta-Cikampek Berlanjut hingga Pagi

Kamis, 19 Maret 2026 | 09:20

TNI Disarankan Ambil Alih Penanganan Kasus Andrie Yunus dari Kepolisian

Kamis, 19 Maret 2026 | 09:14

Inspirasi Ucapan Hari Raya Nyepi 2026 yang Penuh Kedamaian

Kamis, 19 Maret 2026 | 09:12

Dokter Tifa Bantah Rumor Temui Jokowi

Kamis, 19 Maret 2026 | 08:47

Dampak Perang Iran, Bank Sentral UEA Gelontorkan Paket Penopang Likuiditas

Kamis, 19 Maret 2026 | 08:46

Dugaan Perintah Atasan di Balik Teror Aktivis Harus Diungkap

Kamis, 19 Maret 2026 | 08:25

Mudik Lebaran Jadi Motor Penggerak Ekonomi Daerah

Kamis, 19 Maret 2026 | 08:08

Selengkapnya