Berita

Rekaman CCTV detik-detik Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus disiram air keras di Jakarta Pusat, Kamis, 12 Maret 2026. (Foto: Dok. Istimewa)

Hukum

Aktivis Ungkap Aktor Intelektual Penyerang Andrie Yunus Belum Ditangkap

RABU, 18 MARET 2026 | 19:38 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Tim Advokasi Untuk Demokrasi (TAUD) meyakini ada aktor lain yang belum terungkap sebagai pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus.

Hal ini ditegaskan anggota TAUD Alghiffari Aqsha usai Puspom TNI mengumumkan empat anggota Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI menjadi tersangka penyiraman air keras Andrie Yunus.

"Kami tidak mau penyelidikan ataupun penyidikan sampai di 4 orang tersebut karena kami meyakini ada orang lain yang terlibat,” tegas Alghiffari Aqsha saat jumpa pers di YLBHI, Jakarta, Rabu, 18 Maret 2026.


Ditegaskan Alghif, TAUD telah melakukan penyelidikan internal yang menunjukkan bahwa ada aktor intelektual di balik serangan terhadap Andrie Yunus.

“Dari Puspom TNI mengatakan (tersangka) 4 orang, Polda Metro Jaya juga mengatakan 4 orang. Kami mengidentifikasi lebih dari 4 orang,” lanjut Advokat AMAR Law Firm ini.

Atas dasar itu, Alghif meminta aparat penegak hukum untuk menangkap dalang di balik penyerangan terhadap Andrie Yunus yang terjadi pada Kamis malam, 12 Maret 2026 tersebut.

“Kami ingin agar ini sampai kepada aktor intelektual dan juga pendana dari operasi ini. Bisa jadi operasinya bukan operasi kecil tapi operasi besar, bukan hanya Andrie yang ditarget tapi banyak,” demikian Alghif.

Komandan Puspom TNI Mayjen Yusri Nuryanto sebelumnya merilis empat tersangka yang telah ditahan Puspom TNI yang dititipkan di Pomdam Jaya. Keempat tersangka adalah Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

MNC Siap Lawan Putusan CMNP Lewat Banding hingga PK!

Selasa, 28 April 2026 | 20:09

Menyambut Hardiknas 2026: Mengupas Makna Tema, Filosofi Logo, dan Harapan Pendidikan Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 20:06

RUPS bjb Angkat Susi Pudjiastuti Jadi Komut, Ayi Subarna Dirut

Selasa, 28 April 2026 | 20:02

KAMMI Ingin Perempuan jadi Penggerak Kedaulatan Energi

Selasa, 28 April 2026 | 20:01

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar ke-35

Selasa, 28 April 2026 | 19:59

Prabowo Sempatkan Ziarah ke Makam Sang Kakek Margono Djojohadikusumo

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Jamaluddin Jompa Kembali Jabat Rektor Unhas

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Legislator Golkar Desak Dirut KAI Mundur

Selasa, 28 April 2026 | 19:44

RUPST bank bjb, Susi Pudjiastuti Komut Independen

Selasa, 28 April 2026 | 19:42

Polri Unjuk Gigi, Timnas Silat Sapu Emas di Belgia

Selasa, 28 April 2026 | 19:34

Selengkapnya