Berita

Ekonom senior Didik J Rachbini.

Politik

Didik Rachbini: Benih State Terrorism Mulai Tumbuh Mengancam Demokrasi

RABU, 18 MARET 2026 | 18:46 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Ekonom senior Didik J. Rachbini menilai benih-benih teror negara atau state terrorism mulai muncul di Indonesia dan berpotensi mengancam masa depan demokrasi jika tidak mendapat perlawanan dari masyarakat sipil.

Hal itu disampaikan Didik dalam diskusi yang digelar Forum Guru Besar dan Doktor Insan Cita bertajuk “Teror kepada Aktivis dan Masa Depan Demokrasi Indonesia” yang berlangsung secara virtual, Rabu, 18 Maret 2026.

Menurut Didik, sejumlah peristiwa intimidasi terhadap aktivis dan media dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan adanya gejala yang patut diwaspadai.


“Saya dulu membaca novel 1984. Dalam pandangan saya, kasus-kasus seperti Novel Baswedan, kemudian kantor Tempo dikirimi kepala babi, hingga kasus Andrie Yunus menurut saya sudah merupakan benih atau bibit teror negara,” kata Didik.

Ia mengingatkan kondisi tersebut bisa berkembang menjadi ancaman serius bagi demokrasi apabila masyarakat sipil memilih diam.

“Kalau ini dibiarkan dan civil society diam, tidak ada lagi Isnur, Mbak Bivitri, dan teman-teman lain yang bersuara, maka benih ini bisa tumbuh dengan cepat,” tegasnya.

Didik juga menyinggung potensi terbentuknya relasi antara kelompok preman dengan kekuasaan negara jika situasi tersebut terus berlangsung.

“Karena nanti bisa terjadi persekutuan antara preman-preman yang ingin membela kekuasaan dengan negara, dan pemimpinnya merasa terlindungi. Kalau tidak ada penolakan yang kuat dari civil society, maka benih ini akan tumbuh subur menjadi sistem,” pungkasnya.

Diskusi tersebut juga menghadirkan sejumlah narasumber lain, di antaranya Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia Muhammad Isnur, pakar hukum tata negara dari Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Jentera Bivitri Susanti, serta Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Anis Hidayah.

Populer

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

Golkar Berduka, Putri Akbar Tandjung Wafat

Rabu, 11 Maret 2026 | 15:27

UPDATE

Progam Mudik Gratis Jadi Cara Golkar Hadir di Tengah Masyarakat

Rabu, 18 Maret 2026 | 14:18

Kepemimpinan Intrinsik Kunci Memutus Kebuntuan Krisis Sistemik Bangsa

Rabu, 18 Maret 2026 | 14:12

Sahroni Dukung Kejagung Awasi Ketat MBG Agar Tak Ada Kebocoran

Rabu, 18 Maret 2026 | 14:07

Agrinas Palma Berangkatkan 500 Pemudik Lebaran 2026

Rabu, 18 Maret 2026 | 14:05

KPK Bakal Bongkar Kasus Haji Gus Alex di Pengadilan

Rabu, 18 Maret 2026 | 13:35

Pemudik Boleh Titip Kendaraan di Kantor Pemerintahan

Rabu, 18 Maret 2026 | 13:28

Kecelakaan di Tol Pejagan–Pemalang KM 259 Memakan Korban Jiwa

Rabu, 18 Maret 2026 | 13:21

Contraflow Diberlakukan Urai Macet Parah Tol Jakarta-Cikampek

Rabu, 18 Maret 2026 | 13:16

90 Kapal Lintasi Selat Hormuz Meski Perang Iran Masih Berkecamuk

Rabu, 18 Maret 2026 | 13:15

Layanan Informasi Publik KPK Tetap Dibuka Selama Libur Lebaran

Rabu, 18 Maret 2026 | 13:11

Selengkapnya