Berita

Anggota TAUD Alghiffari Aqsa (kedua dari kiri). (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Hukum

TAUD Curiga Operasi Terorganisir di Balik Teror Air Keras Aktivis KontraS

RABU, 18 MARET 2026 | 17:53 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Tim Advokasi Untuk Demokrasi (TAUD) mendesak Presiden Prabowo Subianto membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk mengusut tuntas kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus.

Desakan itu menguat setelah empat oknum prajurit TNI diamankan di Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI karena diduga terlibat sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

“Kami mendapatkan kabar dalam konferensi pers TNI bahwa para terduga sudah diamankan di Puspom TNI. Kami semakin yakin perlunya TGPF yang independen,” kata Anggota TAUD Alghiffari Aqsa di Kantor YLBHI, Jakarta, Rabu, 18 Maret 2026.


Alghiffari menilai penyerangan terhadap Andrie Yunus tidak dapat dipandang sebagai tindak pidana biasa. Ia menduga ada operasi terorganisir di balik aksi tersebut, mengingat pelaku lapangan merupakan oknum anggota.

“Ini memang kasus pidana umum, tetapi indikasinya merupakan operasi besar yang melibatkan sebuah institusi. Jika diperiksa di Puspom saja, ada potensi konflik kepentingan,” ujarnya.

Menurutnya, penyelidikan independen diperlukan untuk menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat serta memastikan apakah target serangan hanya Andrie Yunus.

“Kami menemukan indikasi pelaku bukan hanya empat orang. Jangan-jangan yang ditarget bukan hanya Andrie. Bisa saja ada pihak lain, termasuk koordinator KontraS. Hal ini harus didalami oleh tim pencari fakta,” tegasnya.

Konferensi pers tersebut turut dihadiri sejumlah perwakilan organisasi masyarakat sipil yang tergabung dalam TAUD, di antaranya Direktur LBH Jakarta Fadhil Alifathon, aktivis KontraS Jane Rosalina Rumpia, serta Ketua IM57 Institute Lakso.

Sebelumnya, Komandan Puspom TNI Mayjen Yusri Nuryanto mengungkap empat prajurit diamankan terkait dugaan penganiayaan terhadap Andrie Yunus.

“Tadi pagi saya menerima dari Danden Mabes TNI empat orang yang diduga melakukan penganiayaan terhadap saudara Andrie Yunus,” ujar Yusri dalam konferensi pers di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu, 18 Maret 2026.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Jokowi Injak Kepala Kerbau saat Terima Gelar Adat Lampung, Apa Maknanya?

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:21

Safari Politik Jokowi Bukti Kepemimpinan Gibran dan Kaesang Lemah

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:21

Jokowi dan PSI, Duri dalam Daging Pemerintahan Prabowo

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:09

Daftar Wilayah yang Berpotensi Terdampak El Nino 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:05

Keiko Fujimori Akhirnya Bernasib Sama Seperti Prabowo

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:03

KPK Sebut 10 Orang Diamankan dalam OTT Kuansing

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:57

Panitia Minta Jokowi Datang Setelah Acara Adat, Kunjungan Malah Batal

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:50

Koperasi Beri Ruang Bagi Mahasiswa Berwirausaha

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:37

Tutup Perdagangan Akhir Bulan: IHSG Merosot ke 5.643, Rupiah Loyo Dekati Rp18 Ribu

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:28

Ketum AHY: Genap 25 Tahun, Partai Demokrat Ingin jadi Bagian Solusi

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:19

Selengkapnya