Berita

Anggota Komisi II DPR RI, Mardani Ali Sera. (Foto: Istimewa)

Politik

Usulan WFH Bagus Tapi Belum Cukup Hemat BBM

RABU, 18 MARET 2026 | 10:25 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Wacana kebijakan work from home (WFH) yang didorong Presiden Prabowo Subianto sebagai upaya penghematan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dinilai dapat menjadi solusi jangka pendek di tengah potensi tekanan energi akibat dinamika geopolitik global, termasuk konflik di Timur Tengah.

Anggota Komisi II DPR RI, Mardani Ali Sera menilai usulan tersebut merupakan langkah positif, namun belum cukup untuk menjawab tantangan yang ada. 

“Usul ini bagus sebagai bagian dari usaha. Tapi tidak cukup, mesti ada penghematan drastis, tentu pada bidang yang tidak mengganggu target pertumbuhan ekonomi dan tidak mengurangi kualitas pelayanan publik,” ujar Mardani, Rabu, 18 Maret 2026.


Ia mencontohkan langkah efisiensi yang pernah dilakukan sejumlah tokoh di pemerintahan. Pada era Susi Pudjiastuti, penghapusan istilah dan kegiatan “sosialisasi” dalam satu kementerian disebut mampu menghemat anggaran hingga puluhan miliar rupiah. 

Sementara di tingkat daerah, kebijakan pengawasan anggaran secara ketat yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, mampu menghemat hingga hampir Rp2 triliun dalam satu pemerintah daerah.

Menurut Mardani, dengan jumlah kementerian yang kini mendekati 50, potensi efisiensi anggaran sebenarnya sangat besar jika dilakukan secara serius dan menyeluruh. Ia pun mendorong adanya evaluasi total terhadap pola dan format penganggaran pemerintah.

“Ini saatnya Presiden melakukan bedah total format dan pola anggaran, khususnya yang alokasinya besar,” tegasnya.

Lebih lanjut, Mardani mengusulkan agar pemerintah berani memangkas secara sukarela berbagai kegiatan di pusat dan daerah yang dinilai kurang prioritas, kemudian mengalihkan anggaran tersebut langsung untuk kepentingan masyarakat.

Ia juga menyinggung langkah efisiensi ekstrem yang dilakukan Presiden Donald Trump bersama Elon Musk melalui gagasan Department of Government Efficiency (DOGE), sebagai salah satu contoh pendekatan yang bisa dipertimbangkan.

“Semua opsi bisa dicoba agar pengeluaran pemerintah menjadi lebih ramping, dan anggaran bisa dialihkan kepada guru, pegawai golongan rendah, serta daerah,” pungkasnya.


Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Plesetan Gelar Adat Jokowi: ‘Baginda Raja Rakus Bin Tamak’

Minggu, 28 Juni 2026 | 05:50

Proyek Kapal Perang Filipina di PT PAL Dongkrak Industri Lokal Naik Kelas

Minggu, 28 Juni 2026 | 05:20

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

Pengelolaan Sawit Butuh ‘Nexus Baru’ Hidupkan Ekonomi Sirkular

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:39

Program BISA Biru TelkomGroup Lestarikan Ekosistem Terumbu Karang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:19

TNI dan Tentara Malaysia Perkuat Kesiapsiagaan dan Kerja Sama Kemanusiaan

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:57

Perjanjian Kerja Bersama Cerminkan Hubungan Industrial yang Sehat

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:45

Sultan Didapuk jadi Ketum TP Sriwidjaja Perkuat Pembangunan Daerah

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:20

Indonesia Berpotensi Terima 260 Juta Dolar AS Lindungi Ekosistem Laut

Minggu, 28 Juni 2026 | 02:59

Politisi Mutan Bernama Prabowo

Minggu, 28 Juni 2026 | 02:45

Selengkapnya