Berita

Pengamat hukum dan politik Dr. Pieter C Zulkifli. (Foto: Dokumentasi Pribadi)

Politik

Pengamat Hukum dan Politik:

Urusan Rakyat Paling Dasar Terasa Berjalan di Tempat

SELASA, 17 MARET 2026 | 23:08 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Negara diingatkan agar tidak melupakan urusan paling mendasar rakyat, seperti pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan.

"Regulasi lahir silih berganti, diplomasi luar negeri dipamerkan, sementara urusan paling mendasar, yakni pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan, sering terasa berjalan di tempat,” kata pengamat hukum dan politik Dr. Pieter C Zulkifli dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Selasa, 17 Maret 2026.

Mantan Ketua Komisi III DPR itu menilai kritik terhadap pemerintah dalam situasi seperti ini menjadi sebuah keharusan. Ia mengajak publik melihat secara jernih kondisi ketika negara tampak rajin membuat aturan, tetapi kurang menyentuh kehidupan masyarakat.


"Bagaimana negara yang rajin membuat aturan justru tampak lalai menyentuh kehidupan rakyatnya sendiri,” ucapnya.

Ia juga menyoroti ironi ketika negara terlihat aktif melakukan diplomasi dan memproduksi regulasi, sementara rakyat masih bergulat dengan persoalan hidup sehari-hari.

"Ketika negara sibuk diplomasi dan membuat aturan, rakyat bergulat dengan hidup. Republik ini seperti berjalan autopilot, jauh dari denyut kehidupan rakyat,” ungkapnya.

Pieter menilai, meski anggaran pendidikan dan kesehatan terus meningkat, kualitas layanan yang dirasakan masyarakat belum sepenuhnya memadai.

"Kemiskinan hampir selalu berjalan beriringan dengan rendahnya kualitas pendidikan dan kesehatan. Dengan kata lain, peningkatan anggaran belum otomatis menghadirkan perubahan struktural dalam kehidupan rakyat,” jelasnya.

Pieter juga menyinggung masih kuatnya persoalan korupsi dalam tata kelola anggaran publik.

"Uang publik yang seharusnya menjadi investasi masa depan bangsa sering kali berubah menjadi komoditas transaksi politik. Korupsi anggaran pun menjadi cerita berulang yang seolah tidak pernah benar-benar selesai," ujar dia. 

Di tengah berbagai persoalan domestik tersebut, Pieter menilai negara seharusnya lebih fokus pada kebutuhan rakyat sehari-hari.

"Kesan yang muncul, negara seperti berjalan dengan auto pilot, sementara presiden lebih banyak menerima laporan-laporan indah dari para pembantu di sekelilingnya. Kepemimpinan terasa jauh dari denyut kehidupan rakyat. Padahal rakyat masih berjuang menghadapi harga kebutuhan yang naik, lapangan kerja yang terbatas, dan layanan publik yang belum sepenuhnya memadai,” ungkapnya lagi.

Menurut Pieter, negara yang ingin maju harus berdiri di atas tiga fondasi utama, yakni penegakan hukum, pendidikan berkualitas, dan layanan kesehatan yang adil.

Padahal, kata Pieter, negara yang ingin maju harus berdiri di atas tiga fondasi utama. Yakni penegakan hukum yang tegas, pendidikan yang berkualitas, dan layanan kesehatan yang adil. Tanpa tiga pilar ini, ambisi menjadi negara maju hanya akan menjadi slogan yang diulang setiap musim politik

”Jika hal-hal mendasar itu terus diabaikan, maka ironi republik ini akan terus berulang. Negara tampak sibuk bekerja, tetapi rakyat tetap merasa ditinggalkan," pungkasnya.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Gibran Mundur Saja

Selasa, 03 November 2026 | 04:20

Investasi Jakarta Tembus Rp249,3 Triliun

Selasa, 03 November 2026 | 04:08

MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo

Selasa, 03 November 2026 | 03:17

DJP Buka-bukaan soal Pajak Digital yang Disebut Hashim

Selasa, 03 November 2026 | 03:05

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Putusan MA soal Suket Gibran Jadi Momentum Akhiri Bayang-Bayang Jokowi

Selasa, 03 November 2026 | 02:13

Sikap Responsif Kapolri Pulihkan Kepercayaan Masyarakat

Selasa, 03 November 2026 | 02:05

RI Pamer Latihan Militer Gabungan Tiga Bidang di Forum Pertahanan ASEAN

Selasa, 03 November 2026 | 01:40

Anies Temui Seniman Iman Soleh di Bandung, Ini Kisahnya

Selasa, 03 November 2026 | 01:29

PAM Jaya Sumbang Dividen Rp257 Miliar

Selasa, 03 November 2026 | 01:07

Selengkapnya