Berita

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: RMOL)

Politik

Pak Purbaya, Pemerintah Dapat Sentimen Negatif Jika Ekonomi Tak Membaik

SELASA, 17 MARET 2026 | 12:30 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menilai nilai tukar rupiah masih tangguh di tengah gejolak global menuai respons dari berbagai kalangan.

Purbaya sebelumnya menyebut dampak konflik di Timur Tengah terhadap rupiah relatif kecil, dengan depresiasi hanya sekitar 0,3 persen. Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat.

Purbaya malah menyinggung pihak yang kerap menilai rupiah dalam kondisi buruk kemungkinan bukan pelaku pasar yang benar-benar memiliki dana besar.


Namun, pandangan tersebut mendapat sorotan sejumlah pengamat yang mengingatkan bahwa ukuran ketahanan ekonomi tidak hanya dilihat dari stabilitas makro, tetapi juga dari kondisi riil yang dirasakan masyarakat.

“Ini semoga Pak Purbaya baca. Percayalah Pak Purbaya bila ekonomi keluarga rakyat Indonesia tidak segera diperbaiki maka pemerintahan akan terus mendapat tekanan negatif,” ujar Analis Komunikasi Politik, Hendri Satrio, lewat akun X miliknya, Selasa, 17 Maret 2026.

Pria yang akrab disapa Hensa itu juga mendesak pemerintah untuk segera menghadirkan kebijakan yang berdampak nyata bagi masyarakat.

“Please do something good and impactful,” tegasnya.

Founder Lembaga Survei KedaiKOPI itu menyarankan agar Menteri Keuangan lebih fokus pada kerja nyata ketimbang banyak memberikan pernyataan di ruang publik. Ia bahkan mengingatkan gaya kepemimpinan sejumlah menteri keuangan terdahulu yang dikenal lebih banyak bekerja dibanding berbicara.

Sebelumnya, Purbaya Yudhi Sadewa juga menilai sejumlah analisis ekonomi tentang Indonesia yang beredar di media sosial seperti TikTok dan YouTube tidak didasari oleh data yang utuh.

Ia menyinggung narasi yang menyebut ekonomi Indonesia akan hancur jika harga minyak dunia melonjak akibat gejolak global. Menurut Purbaya, kesimpulan tersebut tidak berdasar karena tidak melihat pengalaman dan data historis perekonomian Indonesia. 

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Denny Indrayana Optimistis MK Diskualifikasi Gibran

Senin, 05 Oktober 2026 | 10:05

Harga Minyak Dunia Membara, Rupiah Kembali Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Senin, 05 Oktober 2026 | 10:03

Prabowo Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI di Cilangkap

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:55

Nonton Film ‘Istimewa’ Bareng Penyandang Disabilitas, Legislator PKS Dorong Kesetaraan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:49

Masuknya RG Jadi Wantimpres Pelajaran untuk Tak Terlalu Anti Kekuasaan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:43

Ribuan Prajurit Dikerahkan Dalam HUT ke-81 TNI di Cilangkap

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:34

SBY dan Jokowi Kompak Hadir di Upacara HUT Ke-81 TNI

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:33

IHSG Positif di Awal Perdagangan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:32

Profil Komandan Upacara HUT Ke-81 TNI Letjen TNI Lucky Avianto

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:18

KPK Telusuri Dugaan Setoran dari Wajib Pajak Sektor Pertambangan di Banjarmasin

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:17

Selengkapnya