Berita

Ilustrasi. (Foto: Dokumentasi RMOL/Istimewa)

Politik

Negara Harus Petakan Pola Serangan KKB di Papua Demi Lindungi Warga

SELASA, 17 MARET 2026 | 06:23 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Pola penyerangan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua sepanjang Januari-Maret 2026 dilakukan secara sistematis.

Pengamat politik Universitas Udayana (Unud), Efatha Filomeno Borromeu Duarte menyebut berdasarkan pembacaan terhadap data dan pola, ada beberapa kerangka respons yang dapat dipertimbangkan, terutama oleh aparat keamanan. 

Pertama, menurutnya, terkait perlindungan terhadap tenaga publik.
 

 
"ASN (aparatur sipil negara), guru, tenaga kesehatan, dan pekerja sipil di zona rawan harus masuk dalam kategori yang dilindungi secara khusus. Protokol keselamatan perlu disusun, mulai dari pemetaan jalur aman, pengawalan tidak tetap, hingga sistem peringatan dini berbasis komunitas," kata Efatha dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Senin malam, 16 Maret 2026..
 
Kedua, dinas rahasia yang presisi dan penegakan hukum. Lanjut Efatha, nama-nama seperti Thobias Yekwam, Fincen Frabuku, dan Aibon Kogoya harus menjadi target prioritas.
 
"Bukan hanya untuk ditangkap, tetapi untuk dipetakan jaringannya, pola komunikasinya, dan sumber pendanaannya. Proses hukum yang transparan juga penting untuk menunjukkan bahwa negara bekerja dalam koridor aturan," imbuhnya.
 
Ketiga, masih kata Efatha, negara harus membentuk narasi tandingan. Sebab, setiap klaim propaganda harus direspons dengan data dan fakta. 

“Selain itu, publik perlu diingatkan bahwa yang dibunuh adalah warga sipil tak bersenjata, sekolah yang dibakar adalah tempat anak-anak belajar, pesawat yang ditembak membawa penumpang biasa,” ungkap dia. 

Narasi tersebut, sambung Efatha, harus konsisten dan menjangkau audiens internasional.
 
"Pada akhirnya, kedaulatan negara memiliki ukuran yang sangat sederhana. Seorang Abraham Franklin Delano Kambu seharusnya bisa pergi bekerja di pagi hari dan pulang ke rumah di sore hari tanpa rasa takut ditusuk dari belakang. Para guru seharusnya bisa mengajar tanpa khawatir sekolahnya dibakar. Para pilot seharusnya bisa menerbangkan pesawat tanpa ditembaki," terangnya.
 
"Ketika ukuran paling sederhana itu tidak terpenuhi, maka seluruh perdebatan tentang strategi, pendekatan, dan kebijakan menjadi sumbang. Negara hadir bukan hanya dalam pidato dan laporan, tetapi dalam rasa aman yang dirasakan warganya. Itulah utang yang harus dilunasi," tutupnya.
 

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Sambut Wacana Revisi UU Tipikor, Komisi III DPR: Perlu Dikaji Lebih Mendalam

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:32

Mahasiswa Bentangkan Poster Raksasa Tolak Karhutla

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:27

Asta Cita Sulit Berjalan Tanpa Stabilitas Keuangan dan Pemerintahan Bersih

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:22

Sahroni Minta Polisi Jaga Adik-adik Mahasiswa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:11

Mahasiswa Demo Mabes Polri, Jangan Kriminalisasi Pegawai PLN

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:57

Nasdem Bedah Pemikiran Bung Hatta untuk Perkuat Etika Politik

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:51

Koperasi Sawit Didorong Bangun Pabrik CPO hingga Kilang Minyak Goreng

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:45

Massa Tertahan di Depan Gedung UOB, Desak Polisi Buka Jalan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:41

IHSG Menguat Tipis Usai RUPSLB BEI Setujui Dividen Rp1,56 T

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:24

Massa Berbaju Hitam Lewat Kantor KPU RI Menuju Bundaran HI

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:14

Selengkapnya