Berita

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Nusantara

Dedi Mulyadi Yakin Polisi Ungkap Aktor Penyerangan Andrie Yunus

SELASA, 17 MARET 2026 | 01:38 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengecam keras dugaan aksi teror yang menimpa aktivis hak asasi manusia dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.

Dedi menilai peristiwa penyerangan terhadap Andri Yunus merupakan tindakan intimidatif yang tidak boleh terjadi di tengah kehidupan demokrasi. Ia berharap wilayah Jawa Barat tetap aman dari berbagai bentuk kekerasan maupun upaya mencederai orang lain demi kepentingan tertentu.

“Sebagai warga Jawa Barat, kita berharap Jawa Barat terbebas dari berbagai teror intimidatif, upaya menghilangkan nyawa orang lain, membuat cacat orang lain dengan tujuan tertentu sebagaimana dialami oleh saudara kita, Bang Andri Yunus, aktivis Kontras,” kata Dedi dikutip Kantor Berita RMOLJabar, Senin malam, 16 Maret 2026.


Ia juga menegaskan pentingnya menjunjung tinggi supremasi hukum dalam menyikapi peristiwa tersebut. Dedi menyatakan keyakinannya bahwa aparat penegak hukum mampu mengungkap pelaku maupun pihak yang berada di balik aksi tersebut.

“Saya meyakini pelaku penyerangan dan siapa yang menyuruhnya akan diungkap oleh Kepolisian Republik Indonesia,” tegasnya.

Dedi menambahkan, masyarakat Indonesia perlu terus menjaga iklim demokrasi yang terbuka dengan tetap mengedepankan sikap saling menghormati dan menghargai.

“Semoga kita semua bisa hidup saling menghargai, saling menghormati di alam demokrasi yang terbuka seperti Indonesia,” ungkapnya.

Insiden penyerangan terhadap Andrie Yunus terjadi pada Kamis, 12 Maret 2026 sekitar pukul 23.37 WIB. Saat itu, Andrie baru saja mengikuti kegiatan diskusi dan penyiaran terkait isu remiliterisasi dan judicial review di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Jakarta.

Dalam perjalanan melintasi Jalan Salemba I - Talang, Senen, Jakarta Pusat, Andrie diduga diserang oleh orang tak dikenal yang mengendarai sepeda motor. Pelaku melemparkan cairan diduga air keras, yang mengakibatkan korban mengalami luka serius.

Peristiwa tersebut kini menjadi perhatian berbagai pihak dan diharapkan dapat segera diungkap oleh aparat kepolisian.


Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

UPDATE

Muktamar NU Turut Gerakan Ekonomi Masyarakat

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:22

Puan Anggap Santai Ocehan Budi Arie soal Percepatan Pemilu

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:11

Ada Angka Favorit Prabowo di Balik Muktamar NU

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:09

Bisnis Makin Kompleks, Profesi PPGA Disiapkan untuk Kelola Risiko Kebijakan dan Politik

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

Prabowo Tiba di Lokasi Muktamar ke-35 NU, Disambut Rais 'Aam hingga Gus Yahya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

LKPP 2025 Kembali Raih WTP ke-10 Sejak 2016, Ini Catatan Purbaya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:54

Menkop Ingin Koperasi dan Pariwisata Kerek Ekonomi Daerah

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

IPW Minta Dugaan Penipuan Rp58,5 Miliar Libatkan Perwira Polri Diuji Profesional

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

KPK Panggil Mantan Pj Bupati Muara Enim Hingga Petinggi Swasta di Kasus Suap Edison

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:46

Jangan Sampai UU Perampasan Aset Buka Celah Penyalahgunaan Wewenang

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:43

Selengkapnya