Berita

Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin (Foto: Bakom RI)

Politik

PT KAI Bangun 5.484 Rusun Nempel Stasiun di Empat Kota

SENIN, 16 MARET 2026 | 19:28 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mulai mengembangkan proyek rumah susun berbasis Transit Oriented Development (TOD) yang terintegrasi langsung dengan stasiun kereta di empat kota besar, yakni Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya. 

Proyek rusun tersebut merupakan bagian dari program nasional pembangunan tiga juta rumah yang digagas pemerintah untuk memperluas akses masyarakat berpenghasilan rendah terhadap hunian layak di kawasan perkotaan yang semakin padat.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin merincikan sebanyak  5.484 unit rusun akan dibangun di empat provinsi. 


Rinciannya adalah 2.200 unit di kawasan Stasiun Manggarai Jakarta, 753 unit di Stasiun Kiaracondong Bandung, 1.042 unit di sekitar RSUP Dr Kariadi Semarang, serta 1.489 unit di kawasan Stasiun Gubeng Surabaya.

Bobby menambahkan, KAI memiliki cadangan lahan yang sangat luas di berbagai daerah. Total aset lahan perusahaan mencapai sekitar 320 juta meter persegi yang berpotensi dikembangkan menjadi kawasan berbasis TOD guna mendukung konektivitas transportasi sekaligus penyediaan hunian.

"Tentunya, melalui pengembangan kawasan berbasiskan stasiun ini, KAI ingin menghadirkan ekosistem kota yang lebih terintegrasi, hunian yang dekat dengan transportasi publik, pemanfaatan lahan yang efisien, serta mobilitas yang lebih mudah bagi masyarakat perkotaan," kata dia.

Pembangunan tahap awal ditandai dengan groundbreaking atau peletakan batu pertama untuk proyek 2.200 unit rusun TOD di kawasan Stasiun Manggarai pada Senin, 16 Maret 2026. 

Proyek hunian vertikal tersebut ditargetkan rampung pada awal 2027.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Gol Dramatis Lautaro Martínez Bawa Argentina ke Final

Kamis, 16 Juli 2026 | 04:20

KPK Watch Dorong DPR Percepat Bahas RUU Perampasan Aset

Kamis, 16 Juli 2026 | 04:03

Klaster Asabri-Jiwasraya dari Suap, Gratifikasi, hingga Pencucian Uang

Kamis, 16 Juli 2026 | 03:30

Pecat Jaksa Agung ST Burhanuddin!

Kamis, 16 Juli 2026 | 03:08

Pemilu 2029 Inkonstitusional Jika UU Pemilu Tak Direvisi

Kamis, 16 Juli 2026 | 03:04

Gus Miftah Terima Uang Haram Rp100 Juta? Ah, Jangan Bercanda

Kamis, 16 Juli 2026 | 02:40

Fahira Idris: Ancaman Bom Bukan Candaan!

Kamis, 16 Juli 2026 | 02:08

Kasus Febrie Adriansyah Berpeluang Antiklimaks

Kamis, 16 Juli 2026 | 02:00

Dominasi Agrinas di KDKMP Membahayakan Desa

Kamis, 16 Juli 2026 | 02:00

Kejagung Bikin Dagelan Kasus Febrie Adriansyah

Kamis, 16 Juli 2026 | 01:18

Selengkapnya