Berita

Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus usai mengalami penyiraman air keras oleh orang tak dikenal pada Kamis malam, 12 Maret 2026. (Foto: tangkapan layar CCTV)

Politik

Publik Jangan Terkecoh Foto AI Pelaku Penyiraman Air Keras, DPR: Kasihan Orang Mirip Bisa Digebukin

SENIN, 16 MARET 2026 | 16:14 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Komisi III DPR memberi peringatan keras terkait beredarnya foto-foto di media sosial yang diklaim sebagai wajah pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. 

Ketua Komisi III DPR Habiburokhman mengungkapkan bahwa foto-foto tersebut merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang berpotensi menyesatkan publik.

Ia menilai fenomena penyebaran foto AI ini sangat berbahaya jika dibiarkan, karena dapat memicu aksi main hakim sendiri di tengah masyarakat.


"Yang saya khawatirkan bahkan bisa menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat, ada orang yang mirip begitu digebukin rame-rame nanti kan," ujar Habiburokhman di Komplek Parlemen, Senayan, Senin 16 Maret 2026.

Politisi Partai Gerindra ini bahkan mengaku hampir terkecoh oleh kualitas gambar AI tersebut. Ia baru menyadari foto itu palsu setelah melakukan konfirmasi langsung kepada pihak kepolisian.

"Saya aja sampai kemarin malam masih pikir itu gambar beneran ya, ternyata saya cek, saya telepon, 'Oh itu AI Pak', kata temen-temen di Polri. Jadi apalagi di masyarakat ya," ungkapnya.

Merespons kesimpangsiuran informasi tersebut, Habiburokhman meminta Polri, khususnya Divisi Humas, untuk bergerak cepat melakukan kontra narasi. 

Legislator Gerindra itu juga mendesak kepolisian agar sangat responsif dalam menjelaskan setiap perkembangan informasi yang tidak akurat kepada publik.

"Saya minta tolong ya situasi seperti ini harus sangat responsif ya temen-temen Polri ya, merespons ini," tegasnya.

Di sisi lain, Habiburokhman tetap mengapresiasi antusiasme masyarakat yang sangat besar dalam membantu mengungkap pelaku penyerangan terhadap Andrie Yunus. Namun, ia mengingatkan agar semangat tersebut tetap dibarengi dengan kehati-hatian.

"Jangan sampai niat baik kita justru menjadi masalah lain," pungkasnya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Rechta Institute: Muktamar NU Bersih Dari Politik Uang dan Balas Budi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:16

Ucapan Budi Arie Soal Percepatan Pemilu 2029 Tak Bisa Dimaafkan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:02

Nasaruddin Umar Pilih Jadi Menag Ketimbang Maju Ketum PBNU

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:01

PLN Siap Serap Listrik dari PSEL Bekasi, Capai 223.584 MWh per Tahun

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:51

Muktamar NU Turut Bahas RUU Perampasan Aset

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:40

Polisi Sebut Kelompok Perusuh Rusak Fasilitas Umum Usai Demo di Gedung DPR/MPR

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:34

Polda Metro Pastikan Aktivitas Warga Tetap Berjalan Pascademonstrasi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:26

PLTS 100 GWp Diluncurkan, PLN Siap Percepat Swasembada Energi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:11

Emas Antam Turun Lagi, Termurah Rp1,4 Juta

Jumat, 28 Agustus 2026 | 10:57

Legislator Aceh soal Blok Andaman: Rujukannya Harus Pasal 33 UUD 1945

Jumat, 28 Agustus 2026 | 10:40

Selengkapnya