Berita

Ketua Umum Himpunan Masyarakat Lombok (HIMALO), Karman BM. (Foto: Istimewa)

Politik

Gabung BoP, Langkah Konsisten Indonesia Bela Palestina

SENIN, 16 MARET 2026 | 14:08 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Presiden Prabowo Subianto didorong untuk mengupayakan kemerdekaan Palestina, ketimbang terjebak dalam situasi global terkait ketegangan Israel-Amerika Serikat dengan Iran.

Ketua Umum Himpunan Masyarakat Lombok (HIMALO), Karman BM memandang, dinamika politik global yang kian memanas akhir-akhir ini membutuhkan kepemimpinan yang piawai dalam mendorong konflik terbuka ke meja perundingan. 

Terbaru, menurutnya eskalasi perang Iran yang memanas dengan Israel-AS, dan upaya perdamaian di Palestina, membuat Pemerintah Indonesia berani mengambil konsekuensi dengan bergabung bersama Board of Peace (BoP) bentukan Presiden AS Donald Trump yang bertujuan untuk upaya perdamaian, stabilisasi, dan rekonstruksi pascakonflik di Palestina.


Meskipun bergabungnya Indonesia dalam BOP membuat pro-kontra di Indonesia, namun Karman melihat hal tersebut sebagai bentuk kekonsistenan Indonesia dalam membela Palestina/

“Dengan bergabungnya Indonesia dengan BoP menjadi langkah serius Presiden Prabowo untuk benar-benar hadir membela Palestina dibandingkan hanya mengecam aksi Israel tanpa upaya konkrit,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Senin, 16 Maret 2026.

Dia mengatakan Indonesia kini bukan hanya bisa melempar saran, namun bisa menjadi pengambil putusan.

“Jika selama ini Indonesia hanya jadi pelempar saran di PBB, kini dengan bergabungnya di BOP bisa menjadi pengambil keputusan,” katanya.

Keuntungan berikutnya, diyakini Karman, yaitu melalui Keanggotaan BoP pemerintah dapat memfasilitasi jalur resmi bagi bantuan kemanusiaan, dan keterlibatan perusahaan atau tenaga ahli Indonesia dalam proyek pembangunan kembali Gaza yang didanai secara internasional.

“Itu juga bisa dibuktikan dengan rencana mengirim 8 ribu pasukan perdamaian ke Palestina, Indonesia kini menjadi pemain utama untuk perdamaian di Palestina, setara dengan negara-negara besar lainnya seperti AS, Turki, Arab Saudi dan lainnya," terang putra asli Lombok ini.

Ditambah lagi, dengan status sebagai negara pendiri BoP, Indonesia memiliki daya tawar untuk menolak atau mengkritik kebijakan BoP jika dianggap melenceng dari prinsip keadilan bagi rakyat Palestina.

“Sehingga terlepas dari BOP dibentuk oleh Trump tanpa melalui PBB, kita melihat fungsinya secara langsung. Indonesia kini menjadi pemain utama,” demikian Karman menambahkan.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Ironi, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Kasus Narkoba

Jumat, 15 Mei 2026 | 22:14

SOKSI Bangkitkan Program P2KB, Perkuat Kaderisasi dan Konsolidasi Golkar

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:55

Konsultasi Bilateral di Moskow, RI-Rusia Soroti Konflik Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:50

Proyek Coretax DJP Digugat Buntut Aroma Monopoli

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:47

Masalah Etik dan Suap, Menteri PU Panggil Pulang ASN dari Luar Negeri

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:33

Ini Tips Menghitung Komponen Pembayaran Listrik

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:02

Nakba dan Perubahan Politik Regional di Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:57

Mantan Kepala Bakamla Ingatkan Kesiapan Finansial Negara Memodernisasi Alutsista

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:37

Menko Airlangga Bertemu PM Belarus, Ini yang Dibahas

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:36

Pakar: Ibu Kota Negara RI di Jakarta Konstitusional

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:09

Selengkapnya