Berita

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: RMOL)

Politik

Purbaya Telalu Banyak Bicara tapi Hasil Belum Kelihatan

SENIN, 16 MARET 2026 | 12:32 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Analis komunikasi politik, Hendri Satrio, menyoroti pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menilai sejumlah analisis ekonomi di media sosial tidak didasari data yang utuh.

Menurut Hendri, respons pemerintah terhadap berbagai kritik ekonomi seharusnya tidak berhenti pada bantahan narasi yang beredar di ruang publik. Ia menilai yang lebih penting adalah menunjukkan hasil nyata berupa perbaikan kondisi ekonomi masyarakat.

“Dia menurut saya terlalu banyak omong tapi hasil belum kelihatan. Secara ekonomi kita belum membaik,” ujar Hensat, sapaan akrabnya kepada RMOL, Senin, 16 Maret 2026.


Founder Lembaga Survei KedaiKOPI itu menyarankan agar Menteri Keuangan lebih fokus pada kerja nyata ketimbang banyak memberikan pernyataan di ruang publik. Ia bahkan mengingatkan gaya kepemimpinan sejumlah menteri keuangan terdahulu yang dikenal lebih banyak bekerja dibanding berbicara.

“Jadi menurut saya dia saatnya mencontoh Menkeu terdahulu. Irit bicara tapi kerja menghasilkan, ekonomi membaik,” katanya.

Hendri juga menyampaikan pesan langsung kepada Purbaya agar lebih memprioritaskan langkah-langkah konkret dalam memperbaiki kondisi ekonomi nasional.

“Wahai Pak Purbaya! Mohon kurangi bicara, perbaiki ekonomi segera,” tegasnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai sejumlah analisis ekonomi tentang Indonesia yang beredar di media sosial seperti TikTok dan YouTube tidak didasari oleh data yang utuh.

Ia menyinggung narasi yang menyebut ekonomi Indonesia akan hancur jika harga minyak dunia melonjak akibat gejolak global. Menurut Purbaya, kesimpulan tersebut tidak berdasar karena tidak melihat pengalaman dan data historis perekonomian Indonesia.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Setelah 19 Kapolda Berganti, Apa yang Berubah bagi Masyarakat?

Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:19

King Indo Sah Jadi Raja ASEAN Usai Geprek Thailand 4-2

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:54

Jika Gugatan Denny Indrayana Cs Diterima MK Tak Otomatis Gibran Lengser

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:33

Ada Beking Politik, Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Jaksinema Bakal Jadi Mesin Baru Ekonomi Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:55

Bonus Timnas Indonesia Diatur Ketum PSSI

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:38

Nasib Gibran di Tangan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:19

Tak Mudah Pecat Gibran Meski Gugatan Denny Indrayana Cs Dikabulkan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:28

Festival Indonesia 2026 Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta-Seoul

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:03

Jakarta Butuh Regulasi Parkir Valet

Selasa, 06 Oktober 2026 | 02:23

Selengkapnya