Berita

Sekjen PBB Antonio Guterres (Foto: UN News)

Dunia

Guterres Akui DK PBB Tak Mampu Hentikan Konflik Global

SENIN, 16 MARET 2026 | 11:25 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengakui bahwa Dewan Keamanan (DK) PBB saat ini tidak memiliki efektivitas yang cukup untuk menghentikan konflik besar di dunia.

Pernyataan itu disampaikan Guterres saat konferensi pers di Beirut pada Sabtu, 14 Maret 2026, di akhir kunjungannya ke Lebanon. 

Dia menyoroti adanya persoalan serius dalam mekanisme kerja DK PBB. Menurutnya, hambatan utama berasal dari penggunaan hak veto oleh negara-negara anggota tetap.
 

 
“Kita telah menyaksikan bahwa, berulang kali, ketika kita menghadapi situasi konflik dan ketika perlu untuk menghentikan konflik tersebut, muncul veto yang tidak memungkinkan Dewan Keamanan untuk bertindak,” kata dia, seperti dikutip dari Arab News, Senin, 16 Maret 2026.

Guterres juga menilai struktur DK PBB tidak lagi mencerminkan kondisi dunia saat ini. 

“Dewan tersebut tidak mewakili dunia sebagaimana adanya saat ini, melainkan terjebak dalam mewakili dunia setelah tahun 1945,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut muncul di tengah memburuknya krisis kemanusiaan di Lebanon setelah eskalasi konflik antara Hezbollah dan Israel. 

Serangan udara besar-besaran Israel memicu pengungsian massal serta kekhawatiran meluasnya perang di kawasan Timur Tengah.

Guterres menyebut rakyat Lebanon tidak pernah menginginkan terseret dalam perang. Sebab, perang Hezbollah-Israel kembali meletus dipicu oleh tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dalam serangan gabungan AS-Israel pada 28 Februari lalu.

“Rakyat Lebanon tidak memilih perang ini. Mereka terseret ke dalamnya,” katanya, merujuk pada 

Terakhir Guterres menegaskan bahwa solusi militer tidak akan menyelesaikan konflik tersebut. 

“Tidak ada solusi militer; hanya diplomasi, dialog, dan implementasi penuh Piagam PBB dan resolusi Dewan Keamanan.” tegasnya, seraya mendorong upaya diplomasi internasional untuk menghentikan eskalasi perang.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Mafia Infrastruktur Diduga Kepung Menteri Dody Lewat Isu Miring

Kamis, 06 Agustus 2026 | 00:05

Menhan hingga Ketua Komisi I DPR Terima Brevet Korps Marinir

Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:46

Ketimpangan Penduduk Meningkat, Gini Ratio Naik ke 0,368

Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:22

Mahkamah Agung Diminta Evaluasi Ketua PN Jakarta Timur

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:38

Gempa M 6,4 Guncang Kepulauan Talaud, Tidak Ada Korban Jiwa

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:31

Kader Golkar Wonosobo Ngadu ke DPP soal Dua Kali Musda

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:14

Di Balik Tribun Sunyi Piala Presiden, Puluhan Pecalang Jaga Harmoni El Clasico

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:09

Kisruh Diadukan ke Bahlil, Mafa Uswanas Diusulkan jadi Plt Ketum AMPI

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:50

Pergeseran Public Goods Sektor Kesehatan

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:40

BRAINS Demokrat Kolaborasi Bareng IRI Perkuat Demokrasi Lintas Negara

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:17

Selengkapnya