Berita

Ketua Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Hetifah Sjaifudian (Foto: Dokumen pribadi)

Politik

Ketua Komisi X DPR Dukung SKB 7 Menteri soal Pembatasan AI Instan bagi Pelajar

SENIN, 16 MARET 2026 | 10:55 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kebijakan pemerintah melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) 7 Menteri yang membatasi penggunaan kecerdasan buatan (AI) instan bagi pelajar tingkat SD hingga SMA, direspons Ketua Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Hetifah Sjaifudian.

Hetifah menilai kebijakan tersebut merupakan langkah antisipatif yang tepat untuk menjaga kualitas proses belajar siswa di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

“Kami memandang kebijakan dalam SKB 7 Menteri yang membatasi penggunaan AI instan bagi pelajar SD hingga SMA sebagai langkah antisipatif yang tepat untuk melindungi proses belajar anak,” kata Hetifah kepada wartawan, Senin, 16 Maret 2026.


Menurutnya, kemudahan memperoleh jawaban secara instan melalui teknologi berpotensi menghambat perkembangan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta kejujuran akademik siswa.

Ia menegaskan bahwa penguatan fondasi pendidikan dasar tidak boleh dikalahkan oleh kemudahan teknologi yang justru dapat membuat proses belajar menjadi dangkal.

“Pendidikan harus tetap menempatkan proses berpikir, eksplorasi, dan pemahaman sebagai hal utama dalam pembelajaran,” tegas Legislator Golkar ini.

Dalam implementasinya, Hetifah menilai pengawasan tidak bisa hanya dibebankan kepada satu pihak. Ia mendorong adanya pendekatan kolaboratif antara sekolah, guru, orang tua, dan pemerintah.

Sekolah, kata dia, perlu merancang tugas yang lebih menekankan pada proses pembelajaran dan kemampuan analisis siswa. Sementara orang tua juga diharapkan berperan aktif dalam mengawasi penggunaan gawai anak di rumah.

Selain itu, pemerintah diminta menyiapkan pedoman teknis yang jelas serta memperkuat pelatihan literasi digital bagi para pendidik agar mampu mengarahkan penggunaan teknologi secara bijak di lingkungan sekolah.

Menurut Hetifah, tujuan kebijakan tersebut bukan semata-mata melarang penggunaan teknologi, melainkan membangun kesadaran siswa agar mampu memanfaatkannya secara bertanggung jawab.

“(Teknologi) sebagai alat bantu dalam belajar, bukan sebagai jalan pintas,” jelasnya.

Ia juga menyatakan dukungannya apabila pemerintah berencana mengembangkan platform AI khusus untuk pendidikan.

Menurutnya, kehadiran platform AI yang aman dan dirancang khusus bagi anak-anak dapat menjadi solusi strategis untuk melindungi siswa dari konten negatif sekaligus menyediakan ruang belajar digital yang sehat dan produktif.

“Hal ini sejalan dengan upaya kita untuk melindungi siswa dari konten negatif, sekaligus menyediakan ruang belajar digital yang sehat, produktif, dan mendukung perkembangan kemampuan mereka,” demikian Hetifah.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Direksi BUMN Butuh Kepastian Hukum, Bukan Kekebalan

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:59

Menkop dan Wantimpres Rocky Gerung Hadiri Pra Kongres Syarikat Islam ke-42

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:50

Kakak Kandung Ridwan Kamil Dicecar KPK soal Kasus Korupsi bjb

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:46

IHSG Menguat 1,36 Persen, Rupiah Masih Dibayangi Konflik Timur Tengah

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:38

Legislator PDIP Ungkap Sejumlah Isu yang Dibahas dalam Revisi UU Pemilu

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:21

BOP Pantura Bentukan Prabowo untuk Jaga Kawasan Pesisir

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:04

Perampasan Aset Tanpa Pemidanaan Rentan Disalahgunakan

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:56

Warek Unsoed Dicecar KPK soal Mekanisme PMB Jalur Mandiri

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:37

Fitch Pertahankan Rating Tertinggi BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah jadi Kunci

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:35

GWS Dorong UMKM jadi Ruang Perempuan Perkuat Peran Ekonomi

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:25

Selengkapnya