Berita

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono dan Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni. (Foto: istimewa)

Politik

Rehabilitasi Hutan IKN Kabar Baik bagi Kelestarian Lingkungan

SENIN, 16 MARET 2026 | 09:07 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kawasan rehabilitasi hutan seluas 1.805 hektare di Ibu Kota Nusantara, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, diklaim mulai didatangi berbagai jenis satwa, terutama burung.

Menurut Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, transformasi dari hutan monokultur eukaliptus menjadi hutan hujan tropis menunjukkan peningkatan keanekaragaman hayati yang signifikan. 

Begitu pun dengan Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, yang turut mendukung langkah penghijauan ini untuk mewujudkan visi IKN sebagai kota hutan yang berkelanjutan. 


Mengomentari hal tersebut, Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PKS, Ahmad Heryawan, menyambut baik perkembangan kawasan rehabilitasi hutan di IKN. Fenomena ini menjadi indikator positif bahwa upaya pemulihan ekosistem di kawasan IKN mulai menunjukkan hasil yang nyata.

“Mulainya berbagai jenis satwa kembali datang ke kawasan rehabilitasi hutan di IKN menunjukkan bahwa proses pemulihan ekosistem berjalan dengan baik. Ini merupakan kabar menggembirakan bagi upaya menjaga keseimbangan lingkungan di kawasan pembangunan ibu kota baru,” ungkap Kang Aher, Senin, 16 Maret 2026.

Mantan Gubernur Provinsi Jawa Barat dua periode ini mengapresiasi kolaborasi lintas kementerian dan lembaga dalam mendukung program rehabilitasi hutan tersebut. 

Kementerian Kehutanan turut memberikan dukungan dalam upaya penghijauan guna mewujudkan visi IKN sebagai kota hutan yang berkelanjutan. Pembangunan IKN memang harus memperhatikan keseimbangan antara pembangunan fisik, kelestarian lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat sekitar.

“Konsep kota hutan yang diusung IKN perlu terus dijaga konsistensinya. Pembangunan tidak boleh mengorbankan lingkungan, tetapi justru harus menjadi momentum untuk memulihkan dan memperkuat ekosistem yang ada,” ujar Ketua Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI ini.

Anggota F-PKS DPR RI Periode 2024–2029 daerah pemilihan Jawa Barat 2 ini menilai pentingnya dimensi sosial dalam pembangunan kawasan IKN tersebut. Pemerintah melalui program Perhutanan Sosial telah menyerahkan Surat Keputusan (SK) Perhutanan Sosial kepada kelompok tani setempat sebagai bentuk pemberian akses legal bagi masyarakat untuk memanfaatkan kawasan hutan secara berkelanjutan. 

“Ketika masyarakat dilibatkan dan diberikan akses legal melalui perhutanan sosial, maka mereka tidak hanya menjadi penerima manfaat ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari penjaga kelestarian hutan," ungkapnya.

Langkah ini dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar sekaligus memperkuat partisipasi mereka dalam menjaga kelestarian hutan.

"Keberhasilan rehabilitasi hutan di kawasan IKN dapat menjadi contoh praktik pembangunan yang memadukan aspek ekologis, ekonomi, dan sosial secara seimbang. Jika dikelola dengan konsisten, IKN dapat menjadi model pembangunan kota masa depan yang ramah lingkungan sekaligus inklusif bagi masyarakat,” pungkasnya.



Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Manusia Nusantara dan Karakteristiknya

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:59

Diduga Terlibat Korupsi, Wali Kota Pematangsiantar Dilaporkan ke KPK

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:40

Telkom Bidik Peluang AI di Berbagai Sektor Industri Lewat Alcosystem

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:20

Bahlil: Bagi Golkar, Kosgoro ‘Seng Ada Lawan’

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:57

Film Pesta Babi Dianggap jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:33

Banyak Orang Cemas dengan Ekonomi Indonesia, Chatib Basri jadi Solusi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:15

Membongkar Jaringan Korupsi Terstruktur Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:55

Penangkapan 320 WNA Jaringan Judol jadi Kado Manis Hari Bhayangkara

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:30

Kasus Silmy Karim Harus jadi Momentum Reformasi Total Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:10

Purbaya Bantah Isu Mundur dari Menkeu: Saya Lebih Suka Maju!

Sabtu, 06 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya