Berita

Kepala Kepolisian Iran, Ahmadreza Radan (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube Reuters)

Dunia

Iran Tangkap 500 Terduga Informan AS-Israel

SENIN, 16 MARET 2026 | 07:26 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Iran menangkap sekitar 500 orang yang dituduh memberikan informasi kepada musuh di tengah meningkatnya serangan militer dari Israel dan Amerika Serikat (AS).

Kepala Kepolisian Iran, Ahmadreza Radan, mengatakan sekitar setengah dari kasus tersebut tergolong serius. Menurutnya, para tersangka diduga memberikan informasi penting yang digunakan untuk menyerang target di Iran.

“Beberapa dari mereka memberikan informasi untuk menyerang target, sementara yang lain merekam lokasi serangan dan mengirimkannya,” kata Radan, dikutip dari Reuters, Senin 16 Maret 2026.


Ia tidak menjelaskan secara rinci kapan seluruh penangkapan tersebut dilakukan, namun media Iran melaporkan bahwa puluhan orang ditangkap di berbagai wilayah pada hari Minggu.

Di wilayah barat laut Iran, kantor berita Tasnim News Agency melaporkan 20 orang ditangkap atas tuduhan mengirimkan lokasi aset militer dan keamanan Iran kepada Israel.

Sementara di Iran timur laut 10 orang lainnya ditangkap. Mereka diduga mengumpulkan informasi tentang lokasi sensitif dan infrastruktur ekonomi negara tersebut.

Menurut pernyataan sebuah cabang intelijen Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), operasi penangkapan ini dilakukan karena Iran menilai musuhnya juga mengaktifkan jaringan mata-mata di dalam negeri.

“Saat musuh Zionis dan AS berupaya menginvasi Iran, mereka juga mengaktifkan tentara bayaran dan mata-mata untuk memicu kerusuhan,” demikian pernyataan lembaga tersebut.

Media Iran lainnya juga melaporkan tiga orang ditahan di provinsi Lorestan karena diduga mencoba mempengaruhi opini publik dan melakukan aksi provokasi.

Seorang sumber yang mengetahui strategi militer Israel mengatakan bahwa Israel kini mulai menargetkan pos-pos pemeriksaan keamanan di Iran berdasarkan informasi dari informan di lapangan. Langkah ini disebut sebagai fase baru dalam operasi militer terhadap Iran.

Ketegangan di dalam negeri Iran sendiri sudah meningkat sejak Januari, ketika terjadi protes anti-pemerintah besar-besaran yang kemudian ditindak keras oleh aparat keamanan. Pemerintah Iran menuduh Israel dan AS berada di balik kerusuhan tersebut, yang menurut mereka bertujuan menggulingkan pemerintahan ulama di negara itu.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Setelah 19 Kapolda Berganti, Apa yang Berubah bagi Masyarakat?

Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:19

King Indo Sah Jadi Raja ASEAN Usai Geprek Thailand 4-2

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:54

Jika Gugatan Denny Indrayana Cs Diterima MK Tak Otomatis Gibran Lengser

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:33

Ada Beking Politik, Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Jaksinema Bakal Jadi Mesin Baru Ekonomi Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:55

Bonus Timnas Indonesia Diatur Ketum PSSI

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:38

Nasib Gibran di Tangan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:19

Tak Mudah Pecat Gibran Meski Gugatan Denny Indrayana Cs Dikabulkan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:28

Festival Indonesia 2026 Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta-Seoul

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:03

Jakarta Butuh Regulasi Parkir Valet

Selasa, 06 Oktober 2026 | 02:23

Selengkapnya