Berita

Ilustrasi. (Foto: Financial Times)

Politik

Fasilitas Server Diserang, AS-Israel Makin Kewalahan Hadapi Iran

SENIN, 16 MARET 2026 | 01:30 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Perang Timur Tengah yang berlangsung sejak 28 Februari 2026 memperlihatkan betapa pontang-pantingnya Amerika Serikat dan Israel menghadapi kekuatan Iran. Terlebih ketika Iran berhasil menghancurkan pusat keamanan data di wilayah Teluk. 

Pakar teknologi dari Nanyang Technological Institute, Prof. Sulfikar Amir menjelaskan bahwa strategi dan kekuatan Iran sangat tidak bisa diprediksi oleh AS-Israel. 

“Dan Iran sebagai suatu kekuatan politik itu menarik untuk dicermati karena ini adalah salah satu dari sedikit negara negara non-barat yang berani melawan kekuatan dan supremasi militer Amerika Serikat,” kata Sulfikar dikutip dalam kanal YouTube Forum Keadilan TV, Minggu malam, 15 Maret 2026.


“Dan menariknya selama lebih dari satu minggu, sekarang sudah mungkin hampir dua minggu ya peperangan militer dimulai, kita bisa melihat indikasi bagaimana Amerika Serikat dan Israel itu kewalahan sebenarnya menghadapi kekuatan Iran yang tidak mereka prediksi,” tambahnya.

Lanjut dia, dalam kurun waktu dua minggu ini, Iran telah melancarkan serangannya ke Israel dan sekutu AS di Timur Tengah yang tergabung dalam Gulf Cooperation Council (GCC).

“Iran ini sangat cerdas karena dia mampu melihat implikasi yang lebih luas dari peran negara-negara GCC ini terhadap kepentingan ekonomi Amerika Serikat. Sehingga mereka melihat bahwa dengan menyerang titik-titik penting dari fasilitas yang kita sebut sebagai critical infrastructure,” jelasnya.

Masih kata Sulfikar, infrastruktur kritis yang diserang itu merupakan Achilles Heel sistem ekonomi kapitalis global di Timur Tengah.

“Dan kita tahu yang diserang itu salah satunya adalah fasilitas server yang menopang sistem komputasi global sekaligus menjadi pusat dari operasi artificial intelligence dunia,” pungkasnya. 

Iran sebelumnya melancarkan serangan drone dan rudal yang merusak setidaknya tiga pusat data Amazon Web Services (AWS) di Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain.

Dampak pada serangan infrastruktur digital ini sangat serius bagi kekuatan pertahanan dan keamanan AS di Timur Tengah. Sejumlah laporan menyebutkan terjadi kekacauan internet di wilayah Teluk.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Setelah 19 Kapolda Berganti, Apa yang Berubah bagi Masyarakat?

Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:19

King Indo Sah Jadi Raja ASEAN Usai Geprek Thailand 4-2

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:54

Jika Gugatan Denny Indrayana Cs Diterima MK Tak Otomatis Gibran Lengser

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:33

Ada Beking Politik, Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Jaksinema Bakal Jadi Mesin Baru Ekonomi Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:55

Bonus Timnas Indonesia Diatur Ketum PSSI

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:38

Nasib Gibran di Tangan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:19

Tak Mudah Pecat Gibran Meski Gugatan Denny Indrayana Cs Dikabulkan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:28

Festival Indonesia 2026 Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta-Seoul

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:03

Jakarta Butuh Regulasi Parkir Valet

Selasa, 06 Oktober 2026 | 02:23

Selengkapnya