Berita

Ilustrasi Cuaca Panas di Jakarta (Sumber: Gemini Generated Image)

Nusantara

Jakarta Terasa Lebih Panas, BMKG Ungkap Penyebabnya

MINGGU, 15 MARET 2026 | 21:49 WIB | OLEH: TIFANI

Suhu udara di Jakarta terasa lebih panas dari biasanya dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini bahkan dirasakan warga sejak pagi hingga malam hari, dengan cuaca yang terasa lebih terik dan gerah dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Fenomena tersebut memicu pertanyaan masyarakat mengenai penyebab meningkatnya suhu di wilayah ibu kota. Menanggapi hal ini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa terdapat sejumlah faktor meteorologis yang menyebabkan suhu udara di Jakarta dan sekitarnya meningkat dalam beberapa waktu terakhir.

Mengutip laman BMKG, kondisi cuaca yang terasa lebih panas dipengaruhi oleh minimnya tutupan awan serta dominasi cuaca cerah dalam beberapa hari terakhir. Ketika langit cenderung cerah tanpa banyak awan, radiasi matahari dapat mencapai permukaan bumi secara lebih maksimal. 


Hal ini membuat panas matahari terserap lebih besar oleh permukaan tanah, bangunan, dan jalanan, sehingga suhu udara terasa meningkat, terutama di wilayah perkotaan seperti Jakarta. Selain itu, tingginya intensitas penyinaran matahari juga berkontribusi terhadap meningkatnya suhu udara.

Intensitas radiasi matahari yang tinggi membuat proses pemanasan permukaan bumi berlangsung lebih cepat. Kondisi ini kemudian memicu peningkatan suhu udara di lapisan bawah atmosfer yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Faktor lain yang turut memengaruhi adalah dinamika atmosfer global. BMKG menjelaskan bahwa aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO) yang sebelumnya berada di sekitar wilayah Indonesia kini bergerak ke arah timur. 

Pergerakan ini menyebabkan berkurangnya potensi pembentukan awan hujan di wilayah Jakarta dan sekitarnya, sehingga cuaca cerah menjadi lebih dominan. Di sisi lain, melemahnya Monsun Asia juga turut berperan. 

Monsun Asia biasanya membawa massa udara lembap dari wilayah Samudra Pasifik dan Laut Cina Selatan yang dapat membantu pembentukan awan hujan di Indonesia. Namun, ketika monsun ini melemah, suplai udara lembap menjadi berkurang sehingga peluang terbentuknya awan hujan juga menurun.

Kombinasi berbagai faktor tersebut membuat suhu udara di Jakarta terasa lebih panas dibandingkan hari-hari sebelumnya. Selain faktor atmosfer, kondisi perkotaan dengan dominasi bangunan beton dan aspal juga dapat memperkuat efek panas karena permukaan tersebut menyerap dan memantulkan panas lebih besar.

BMKG juga memperkirakan bahwa musim kemarau pada 2026 berpotensi datang lebih awal di sejumlah wilayah Indonesia. Sebagian besar wilayah diprediksi mulai memasuki musim kemarau secara bertahap pada periode April hingga Juni 2026. 

Awal musim kemarau diperkirakan dimulai dari wilayah Nusa Tenggara, kemudian meluas ke berbagai daerah lain di Indonesia dalam beberapa bulan berikutnya.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:57

IHSG, Selat Malaka dan Ujian Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:41

MKD Diminta Bersikap Tegas Sikapi Laporan Dugaan KDRT Anggota Dewan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:20

Singapura, Dino Patti Djalal dan Opini Sesat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:45

Bareskrim Tahan WN Taiwan Manajer Kapal Pengangkut 1 Ton Ketamin

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:26

Haji Isam dan Kutukan Demokrasi Mahal

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:50

Kinerja Sektor Hukum Era Prabowo-Gibran Makin Bertaring

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:24

Temui Mendikdasmen, DPR Minta Gerakan Lawan Bullying Diperkuat Lintas Sektor

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:09

Balas Singapura! Bahlil Bakal Bangun PLTN di Batam

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:18

Pelabuhan Sabang Didorong jadi Hub Internasional yang Ramah Lingkungan

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:17

Selengkapnya