Berita

Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta Riano P Ahmad. (Foto: RMOL)

Nusantara

Pendekatan Teman Sebaya Efektif Cegah Bullying di Sekolah

MINGGU, 15 MARET 2026 | 04:02 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Pendekatan teman sebaya dalam Program Prabu (Pelajar Duta Tramtibum) Jakarta efektif untuk menekan praktik bullying dan tawuran pelajar di lingkungan sekolah.

Demikian pandangan Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta Riano P Ahmad, dikutip Minggu 15 Maret 2026.

Program Prabu Jakarta merupakan inisiatif Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta yang melibatkan pelajar sebagai duta ketertiban.


Para siswa tersebut berperan mengingatkan dan memberikan edukasi kepada rekan-rekannya dengan pendekatan yang lebih dekat dalam pergaulan sehari-hari.

“Edukasi dari teman sebaya lebih mudah diterima karena mereka hidup dalam lingkungan pergaulan yang sama,” kata Riano.

Riano menjelaskan, para pelajar yang terlibat dalam program tersebut telah mendapatkan pembekalan mengenai komunikasi serta pencegahan perilaku berisiko.

“Kalau guru yang menegur, siswa sering merasa takut. Pendekatan sebaya jauh lebih cair,” kata Riano.

Menurut dia, interaksi harian antar siswa memungkinkan pengawasan berjalan lebih cepat dalam merespons potensi kenakalan remaja. Terutama di luar jangkauan guru.

“Teman sebaya bisa langsung mengingatkan karena mereka berinteraksi setiap hari,” ujar Riano.

Program Prabu Jakarta saat itu telah memasuki angkatan ketiga dengan melibatkan 1.005 pelajar dari 40 SMA dan SMK negeri di Jakarta.

Riano menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan agar perubahan perilaku pelajar dapat terbentuk secara konsisten.

“Pencegahan harus berkesinambungan supaya dampaknya terasa,” kata legislator Nasdem ini.

Ia berharap pendekatan teman sebaya dapat diperluas agar sekolah di seluruh wilayah Jakarta memiliki ekosistem yang aman, tertib, dan mendukung perkembangan pelajar.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya