Berita

Aksi damai memperingati Hari Al-Quds Sedunia 2026 di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya. (Foto: Istimewa)

Nusantara

Ribuan Massa Aksi Peringati Hari Al-Quds di Surabaya

MINGGU, 15 MARET 2026 | 01:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Ribuan massa dari sejumlah organisasi masyarakat dan mahasiswa menggelar aksi damai memperingati Hari Al-Quds Sedunia 2026 di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, Jumat 13 Maret 2026.

Aksi ini menjadi panggung solidaritas terhadap Palestina sekaligus penolakan terhadap agresi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Sekitar 2.000 peserta yang berasal dari Komite Umat Islam Anti Amerika–Israel (KUMAIL), Aliansi Nasional Anti Zionis (ANAZ), dan Komite Aliansi Mahasiswa Pro Palestina Anti USA-Zionis (KAMPUZ) mulai berkumpul sejak pukul 14.00 WIB, tepat pada Jumat terakhir bulan Ramadan, yang secara global diperingati sebagai momentum Hari Al-Quds.


Massa membawa bendera Palestina serta berbagai poster bertuliskan kecaman terhadap Amerika Serikat dan Israel. Aksi berlangsung hingga menjelang waktu magrib.

Dalam orasinya, Ustaz Abdillah Babud menegaskan bahwa eskalasi konflik di Timur Tengah tidak dapat lagi dikendalikan secara sepihak oleh Amerika Serikat dan Israel.

“Kalian yang memulai, tetapi kami yang akan menentukan akhirnya,” ujar Abdillah di hadapan massa aksi. 

Dalam aksi tersebut, peserta menyuarakan tiga tuntutan utama.

Pertama, menolak agresi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang dinilai sebagai pelanggaran kedaulatan negara serta ancaman serius bagi stabilitas Timur Tengah dan perdamaian dunia.

Kedua, mendukung kemerdekaan penuh Palestina sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan. Massa aksi menegaskan bahwa kemerdekaan merupakan hak setiap bangsa sebagaimana tertuang dalam prinsip universal hak menentukan nasib sendiri.

Ketiga, mendesak pemerintah Indonesia keluar dari Board of Peace (BOP). Para peserta menilai forum tersebut bukan instrumen netral, melainkan sarana kepentingan geopolitik Barat -- terutama Amerika Serikat -- yang dianggap berpotensi melegitimasi berbagai operasi militer di kawasan Timur Tengah.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Ini Alasan Nusron Wahid Tak Nongol di DPR Usai Anak Buah Dicokok KPK

Rabu, 16 September 2026 | 16:28

Prabowo Sampaikan Duka Cita atas Kecelakaan KM Virgo Transport 8

Rabu, 16 September 2026 | 16:17

Panja RUU Pemilu Dipastikan Dibentuk Tahun Ini

Rabu, 16 September 2026 | 16:15

Perlu Diusut Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi di Muara Baru

Rabu, 16 September 2026 | 16:11

PT 5 Persen Bikin Partai Nonparlemen Makin Berat ke Senayan

Rabu, 16 September 2026 | 16:10

Prabowo Resmikan LRT Kelapa Gading-Manggarai, Danantara Diminta Ikut Bantu

Rabu, 16 September 2026 | 16:09

Bapemperda DPRD DKI Dorong Penguatan Perlindungan Anak di Ruang Digital

Rabu, 16 September 2026 | 16:00

OPM Bunuh Sopir Angkutan Masyarakat, Mobil Dibakar

Rabu, 16 September 2026 | 15:47

Kolaborasi Lintas Lembaga Terus Diperkuat Meski Karhutla Menurun

Rabu, 16 September 2026 | 15:44

KPK Periksa 3 ASN BPK terkait Dugaan Suap Pengubahan Audit Pemkab Muara Enim

Rabu, 16 September 2026 | 15:32

Selengkapnya