Gerakan Kolaborasi Nasional Indonesia Berdaya kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung upaya pengentasan kemiskinan ekstrem di Indonesia melalui sinergi antara Forum Zakat (FOZ), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), lembaga filantropi, serta pemerintah.
Komitmen tersebut ditunjukkan dalam kegiatan sosial bersama pemangku kepentingan dari unsur pemerintah, lembaga zakat, dan tokoh nasional di Jakarta International Velodrome.
Ketua Umum Forum Zakat, Wildhan Dewayana, menyampaikan bahwa Indonesia Berdaya merupakan platform kolaborasi yang mempertemukan berbagai pihak untuk bersama-sama menghadapi tantangan kemiskinan ekstrem.
Menurutnya, potensi zakat nasional yang diperkirakan mencapai Rp327 triliun, masih terealisasi sekitar Rp44 triliun atau sekitar 13 persen.
Hal ini, sambungnya, menunjukkan besarnya peluang yang dapat dioptimalkan melalui kolaborasi antara lembaga zakat, filantropi, dan pemerintah agar potensi tersebut dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
“Indonesia Berdaya menjadi ruang bersama yang menyatukan kekuatan pemerintah, lembaga zakat, dan filantropi untuk bergerak bersama mengatasi kemiskinan,” ujar Wildhan dalam keterangan tertulis, Jumat 13 Maret 2026.
Ia juga menyampaikan bahwa melalui rangkaian program Indonesia Berdaya telah disalurkan bantuan senilai Rp437 miliar yang menjangkau 117 titik kantong kemiskinan ekstrem dengan sekitar 3 juta penerima manfaat dari kelompok fakir dan miskin.
Sebagai bagian dari implementasi gerakan ini, berbagai program sosial dilaksanakan di sejumlah wilayah prioritas. Salah satunya melalui kegiatan Selasar Hangat, yang menjadi bagian dari rangkaian program Indonesia Berdaya dalam memperluas penyaluran bantuan kepada masyarakat fakir miskin.
Program ini dilaksanakan secara serentak di delapan provinsi dengan tingkat kemiskinan tertinggi, yaitu Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Lampung, dan Banten.
Selain itu, bantuan juga menjangkau wilayah terdampak bencana di kawasan Sumatera, termasuk Aceh dan Sumatera Barat.
Sementara Ketua Badan Amil Zakat Nasional terpilih, Sodik Mudjahid, menegaskan bahwa dalam ajaran Islam, upaya mengentaskan kemiskinan merupakan bagian dari tanggung jawab bersama umat.
"Kolaborasi antara lembaga zakat dan pemerintah menjadi kunci agar pengelolaan zakat dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat," pungkasnya.