Berita

Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq. (Foto: RMOL/Jamaludin Akmal)

Hukum

Bantah Terjaring OTT KPK, Fadia Arafiq: Kasihan Anak-anak Saya

JUMAT, 13 MARET 2026 | 17:09 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, menjalani pemeriksaan perdana setelah resmi ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) usai terjaring operasi tangkap tangan (OTT), Jumat, 13 Maret 2026.

Fadia mengatakan, dirinya perlu meluruskan informasi yang beredar terkait OTT yang menyeret namanya. Ia menegaskan tidak sedang melakukan transaksi apa pun ketika KPK datang menjemputnya.

"OTT itu kan berarti Operasi Tangkap Tangan, di mana saya sedang memberi atau saya sedang menerima uang. Tapi saya tidak ada transaksi apa pun pada saat itu," kata Fadia kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Kav 4, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat sore, 13 Maret 2026.


Fadia menjelaskan, sebelum didatangi KPK dirinya sempat bertemu dengan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi pada sore hari. Setelah itu ia menemui pengacaranya sebentar untuk melakukan koordinasi, sebelum akhirnya berada di lokasi pengisian daya mobil bersama keluarganya.

"Saya duduk di tempat ngecas mobil sama anak saya, putri saya, dan mbak yang kerja di rumah, sama Kabag Ekonomi, sama Ajudan, jam 12-an malam lah," jelas Fadia.

Ia menuturkan, saat berada di lokasi tersebut tiba-tiba petugas KPK datang dan mengajaknya untuk melakukan koordinasi.

"Tiba-tiba KPK datang, terus ‘Bu, mau koordinasi boleh?’, saya bilang ‘Boleh, nggak apa-apa pak, saya ikut saja.’ Jadi saya jelaskan saya tidak ada OTT atau yang sedang memberi atau sedang menerima, tidak ada," bebernya. 

Ia kembali menegaskan bahwa tidak ada transaksi uang ketika dirinya diamankan penyidik KPK.

"Dan ini tidak ada OTT ya, kasihan anak-anak saya nanti dipikirnya saya sedang memberi atau sedang menerima," pungkas Fadia.

KPK sebelumnya melakukan OTT pada 2-3 Maret 2026 terkait dugaan tindak pidana korupsi pengadaan jasa outsourcing dan pengadaan lainnya di lingkungan Pemkab Pekalongan Tahun Anggaran 2023-2026.

Dalam operasi tersebut, tim KPK mengamankan 14 orang dari sejumlah lokasi di Pekalongan dan Semarang yang terdiri dari pejabat pemerintah daerah, staf bupati, hingga pihak swasta.

Setelah pemeriksaan intensif, KPK meningkatkan perkara tersebut ke tahap penyidikan dan menetapkan satu orang sebagai tersangka, yakni Fadia Arafiq selaku Bupati Pekalongan. Fadia juga langsung ditahan di Rutan Cabang Gedung Merah Putih KPK pada Rabu, 4 Maret 2026.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Konversi LPG Ke CNG Jangan Sampai Jadi "Luka Baru" Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:11

Apa Itu Love Scamming? Waspada Ciri-Cirinya

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:04

Rano Karno Ingin JIS Sekelas San Siro

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Geram Devisa Hasil Ekspor Sawit-Batu Bara Tak Disimpan di Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:42

KPK Didesak Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi DJKA

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:38

Ini Strategi OJK Jaga Bursa usai 18 Saham RI Dicoret MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:35

Cot Girek dan Ujian Menjaga Kepastian Hukum

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:27

Prabowo Bakal Renovasi 5 Ribu Puskesmas dari Duit Sitaan Satgas PKH

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:25

Prabowo Siapkan Satgas Deregulasi demi Pangkas Keruwetan Izin Usaha

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:11

Kementerian PU Bangun Akses Tol, Maksimalkan Konektivitas Kota Salatiga

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:02

Selengkapnya