Berita

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengadakan konferensi pers pertamanya sejak dimulainya perang saat ini dengan Iran, Kamis 12 Maret 2026 (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube IsraeliPM)

Dunia

Sempat Digosipkan Tewas, Netanyahu Akhirnya Muncul dan Klaim Israel Lebih Kuat

JUMAT, 13 MARET 2026 | 07:39 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan negaranya kini lebih kuat dari sebelumnya setelah hampir dua pekan perang melawan Iran.

Kemunculan Netanyahu pada Kamis 12 Maret 2026 waktu setempat menjadi penampilan publik pertamanya sejak konflik dengan Iran dimulai pada 28 Februari. Sebelumnya, ketidakhadirannya di ruang publik sempat memicu spekulasi luas dan gosip mengenai kondisi kesehatannya, bahkan isu kematian yang sempat ramai beredar di media sosial.

Dalam konferensi pers tersebut, Netanyahu mengeklaim serangan Israel telah menimbulkan pukulan berat bagi militer Iran serta memperlambat program nuklir negara tersebut.


Menurut Netanyahu, operasi militer Israel telah menewaskan sejumlah ilmuwan nuklir Iran serta merusak jaringan militer penting, termasuk Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) dan milisi Basij. Ia juga menyatakan bahwa serangan tersebut menggagalkan upaya Iran memindahkan proyek nuklir dan rudal balistiknya ke fasilitas bawah tanah.

“Iran sekarang bukan lagi Iran yang sama,” kata Netanyahu pada Kamis (12/3), seperti dikutip Al Jazeera, Jumat 13 Maret 2026. 

Dalam kesempatan itu, Netanyahu juga menyinggung pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei. Ia menyebut Khamenei hanya sebagai “boneka Garda Revolusi” dan menyindir bahwa pemimpin Iran tersebut tidak berani tampil di depan publik karena pesannya hanya disampaikan melalui penyiar televisi pemerintah.

Netanyahu juga menyampaikan pesan kepada warga Iran yang sebelumnya melakukan demonstrasi menentang pemerintah mereka.

“Kami berdiri di pihak kalian. Tetapi pada akhirnya keputusan ada di tangan kalian,” ujarnya.

Pernyataan tersebut sejalan dengan seruan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang sebelumnya meminta rakyat Iran bangkit melawan pemerintahnya.

Sementara itu, konflik yang terus berlangsung memicu ketegangan di kawasan. Iran meluncurkan drone dan rudal ke beberapa negara Teluk, yang menyebabkan sejumlah terminal minyak menghentikan operasi.

Teheran mengklaim serangan tersebut hanya menargetkan aset militer AS di kawasan. Namun, negara-negara tetangga menilai tindakan itu merusak kepercayaan regional dan meningkatkan risiko eskalasi konflik.

Menanggapi situasi tersebut, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Security Council) mengadopsi rancangan resolusi yang diajukan negara-negara Gulf Cooperation Council. Resolusi itu mengecam serangan Iran terhadap negara-negara Teluk dan Yordania serta menuntut Teheran segera menghentikan permusuhan.

Di sisi lain, sejumlah pengamat menilai pernyataan Netanyahu juga berkaitan dengan dinamika politik domestik Israel. Konferensi pers tersebut dinilai sebagai upaya Netanyahu membingkai perang sebagai keberhasilan menjelang pemilu parlemen yang dijadwalkan berlangsung pada November mendatang.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya