Berita

Ahli digital forensik Rismon Sianipar. (Foto: Istimewa)

Politik

Rismon Siap Dicap Pengkhianat Usai Minta Maaf ke Jokowi

JUMAT, 13 MARET 2026 | 02:24 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Ahli digital forensik Rismon Sianipar mengakui telah melakukan kesalahan dalam pernyataannya selama ini terkait tudingan ijazah palsu mantan Presiden Joko Widodo alias Jokowi.

Penegasan tersebut disampaikan Rismon usai menemui Jokowi di kediaman pribadinya di kawasan Sumber, Solo, Jawa Tengah pada Kamis sore, 12 Maret 2026.

"Saya juga merasa tersakiti terhadap temuan saya sendiri, karena saya harus jujur menyatakan temuan saya itu," kata Rismon.


Rismon sebelumnya sempat menyebut ada kejanggalan pada dokumen ijazah Jokowi tersebut. Kesalahan yang dimaksud terkait emboss dan watermark pada ijazah.

Rismon menegaskan bahwa berdasarkan hasil penelitian ulang menunjukkan emboss dan watermark pada ijazah Jokowi memang ada.

Terkait hasil penelitian sebelumnya, Rismon mengaku terpukul. Namun ia memilih jujur menyampaikan hasil penelitian terbarunya.

Ia tak memungkiri bakal dicap pengkhianat usai meminta maaf kepada Jokowi dan keluarganya.

"(Saya) Bakal dicerca, dihina, dan dilabeli sebagai pengkhianat. Tapi penelitian adalah penelitian," kata Rismon.

Rismon Sianipar menemui Joko Widodo alias Jokowi di kediaman pribadinya di kawasan Sumber, Solo, Jawa Tengah, Kamis sore, 12 Maret 2026.

Kedatangan Rismon yang ditemani kuasa hukumnya, Jahmada Girsang, untuk menindaklanjuti permohonan restorative justice terkait perkara tudingan ijazah yang sedang bergulir di Polda Metro Jaya.

Pertemuan Rismon-Jokowi digelar tertutup dan berlangsung singkat. 

Dalam pertemuan itu, Rismon meminta maaf kepada Jokowi dan keluarganya atas tudingan ijazah palsu Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM). Tuduhan Rismon disampaikan melalui buku Jokowi's White Paper.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya