Berita

Zendhy Kusuma bersama istri. (Foto: Dok. Pribadi)

Politik

Viral Sampai Dibahas DPR, Zendhy Kusuma Ingatkan Dampak Cyberbullying Kasus Bibi Kelinci

SELASA, 10 MARET 2026 | 22:34 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Terlanjur viral sampai dibahas Komisi III DPR RI, Zendhy Kusuma menyampaikan pernyataan terbuka kepada publik atas polemik antara dirinya dan restoran Bibi Kelinci.

Zendhy mengakui bahwa peristiwa yang terjadi pada September 2025 bermula dari situasi yang tidak nyaman di sebuah restoran, di mana dirinya dan keluarga datang sebagai konsumen dan menunggu pesanan cukup lama.

“Saya menyadari bahwa dalam situasi tersebut kami tentu tidak sempurna. Dalam kondisi lapar dan emosi, mungkin ada sikap kami yang seharusnya bisa disampaikan dengan cara yang lebih baik. Untuk itu saya kembali menyampaikan permohonan maaf,” kata Zendhy.


Ia menjelaskan bahwa peristiwa yang pada awalnya merupakan persoalan antara konsumen dan restoran kemudian berkembang jauh lebih besar setelah masuk ke ranah hukum dan menjadi perbincangan luas di media sosial.

Zendhy mengungkapkan bahwa dirinya sempat dilaporkan dengan tuduhan pencurian dengan pemberatan, sehingga harus menjalani proses pemeriksaan oleh kepolisian. 

Dalam perjalanan perkara tersebut, ia juga menempuh langkah hukum sehingga persoalan yang awalnya terjadi di restoran berkembang menjadi perkara di kepolisian.

“Situasi ini tentu membuat kami semua bersedih. Hal yang awalnya sederhana menjadi sangat sulit bagi semua pihak,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa selama beberapa bulan terakhir dirinya dan keluarga mengalami tekanan besar di media sosial.

"Selama beberapa bulan terakhir kami dan keluarga mengalami cyberbullying yang sangat besar. Banyak komentar, tuduhan, bahkan penyebaran informasi pribadi yang terjadi," tuturnya. 

"Saya tidak ingin menyalahkan siapa pun, tetapi pengalaman ini membuat kami memahami betapa kuatnya dampak media sosial terhadap kehidupan seseorang," sambungnya.

Menurutnya, satu peristiwa kecil dapat berkembang menjadi gelombang opini yang sangat besar ketika masuk ke ruang digital.

Zendhy menyampaikan bahwa ia bersyukur karena pada akhirnya perkara tersebut telah diselesaikan melalui proses mediasi yang difasilitasi oleh kepolisian.

Meski demikian, Zendhy berharap masyarakat juga tidak melupakan dampak sosial yang muncul dalam peristiwa tersebut, termasuk cyberbullying yang dialami individu dan keluarga.

“Saya belajar menjadi konsumen yang lebih baik. Teman-teman yang menjalankan usaha juga tentu belajar menjadi pelaku usaha yang lebih baik. Dan kita semua belajar menjadi warga negara yang lebih dewasa di tengah kehidupan yang sangat dipengaruhi media sosial,” ujarnya.

Zendhy menegaskan bahwa perkara tersebut kini telah selesai melalui mediasi dan berharap semua pihak dapat menghormati penyelesaian tersebut.

“Yang paling penting bagi saya sekarang adalah persoalan ini sudah selesai melalui mediasi. Mari kita sama-sama menghormati proses itu dan melanjutkan hidup dengan lebih tenang dan lebih bijak,” pungkasnya.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya