Berita

Direktur Perencanaan Strategis, Portofolio dan Komersial PHE Edi Karyanto. (Foto: Dok PHE)

Bisnis

Strategi PHE 2026, Pengembangan Energi Rendah Karbon

SELASA, 10 MARET 2026 | 22:06 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan produksi minyak dan gas bumi (migas) nasional sekaligus mengembangkan bisnis energi rendah karbon di tengah tantangan industri energi global.

Sebagai Subholding Upstream Pertamina, PHE saat ini mengelola sekitar 27 persen wilayah kerja migas di Indonesia dan memberikan kontribusi signifikan terhadap produksi nasional. Pada 2025, PHE menyumbang sekitar 65 persen lifting minyak domestik atau sekitar 396 ribu barel per hari (MBOPD) serta 35 persen lifting gas domestik sebesar 1,8 miliar kaki kubik per hari (BCFD). 

Direktur Perencanaan Strategis, Portofolio dan Komersial PHE Edi Karyanto mengatakan perusahaan terus mendorong berbagai program strategis untuk menjaga keberlanjutan produksi migas nasional di tengah tantangan kondisi geopolitik serta kompleksitas operasional yang semakin meningkat.


"Penguatan eksplorasi, optimalisasi lapangan eksisting, pengembangan serta penerapan teknologi peningkatan produksi akan menjadi faktor kunci dalam menjaga keberlanjutan produksi migas nasional, sekaligus membuka potensi sumber daya baru di berbagai cekungan migas Indonesia,” ujarnya dalam kegiatan Media Engagement Subholding Upstream Pertamina di Jakarta, Selasa 10 Maret 2026.

Sepanjang 2025, produksi migas PHE tercatat mencapai sekitar 1 juta barel setara minyak per hari (MMBOEPD), dengan rincian 557 MBOPD dan 2,8 BCFD. Selain menjaga kinerja produksi, PHE juga mencatat sejumlah capaian strategis, termasuk penemuan sumber daya hingga 1 miliar barel setara minyak (BBOE) serta implementasi berbagai teknologi peningkatan produksi seperti multistage fracturing, steam flood, dan chemical enhanced oil recovery (CEOR).

Di tahun 2026, PHE menyiapkan sejumlah program untuk mengelola natural decline, meningkatkan produksi dan sumber daya migas nasional. Program tersebut mencakup pengeboran 16 sumur eksplorasi dan 800 sumur eksploitasi, disertai kegiatan workover sebanyak 1.284 pekerjaan, survei seismik 2D sepanjang 904 kilometer (km), survei seismik 3D seluas 1.660 kilometer persegi (km2) serta serta kegiatan well intervention well service (WIWS) mencapai 33.000 pekerjaan. 

Strategi peningkatan produksi juga dilakukan melalui pengembangan lapangan eksisting (brownfield), pengembangan lapangan baru (greenfield), serta penerapan teknologi EOR untuk meningkatkan perolehan hidrokarbon dari lapangan yang telah berproduksi.

Di sisi lain, perusahaan juga terus memperkuat eksplorasi sumber daya baru termasuk potensi minyak non konvensional (MNK) dan peluang kerja sama strategis melalui akuisisi.

PHE menjalankan Dual Growth Strategy, yakni memaksimalkan bisnis inti migas sekaligus mengembangkan bisnis energi rendah karbon melalui teknologi carbon capture storage/carbon capture utilization and storage (CCS/CCUS) serta berbagai program dekarbonisasi operasi. Langkah ini sejalan dengan upaya mendukung target pemerintah dalam meningkatkan produksi migas nasional sekaligus menjaga ketahanan energi selama masa transisi menuju energi yang lebih bersih.

Dengan berbagai program strategis tersebut, PHE terus berupaya meningkatkan kontribusinya terhadap produksi migas nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia.

PHE akan terus berinvestasi dalam pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas sesuai prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). PHE juga senantiasa berkomitmen Zero Tolerance on Bribery dengan memastikan pencegahan atas fraud dan memastikan perusahaan bersih dari penyuapan. Salah satunya dengan implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang telah terstandardisasi ISO 37001:2016.


Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Kabakom Sebut Kebijakan Ekonomi Prabowo Makin Inklusif, Upah Buruh Naik

Jumat, 23 Oktober 2026 | 18:20

B50 jadi Andalan Presiden Prabowo Wujudkan Kemandirian Energi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:44

Antusiasme Tinggi, Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Diperpanjang

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:26

Masuk PSN, Agrinas Palma Siapkan Model Pengelolaan Sawit Rakyat

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:20

IHSG Parkir Zona Hijau, Rupiah Nyaris Tembus Rp18.100 per Dolar AS

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:54

Kreativitas Jadi Kunci Koperasi Bertahan dan Berkembang

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:41

Menkeu Pastikan Gaji ASN Tak Lewat Kopdes

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:34

Bahlil Dikejar Deadline DIM RUU Migas

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:32

Konser Andrea Bocelli dan Peluang Indonesia Perkuat Diplomasi Budaya

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:23

AsetKu Dukung Literasi Keuangan Bersama AFPI di Jakarta Financial Festival 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:06

Selengkapnya