Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Bursa Ekuitas Eropa Merosot ke Level Terendah Akibat Lonjakan Harga Minyak

SELASA, 10 MARET 2026 | 07:04 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa saham Eropa mencatat sesi negatif ketiga berturut-turut pada Senin 9 Maret 2026 waktu setempat, tertekan oleh lonjakan harga minyak dunia akibat memanasnya konflik di Timur Tengah. 

Ketegangan geopolitik ini memicu kekhawatiran inflasi baru yang dapat menunda pemangkasan suku bunga oleh Bank Sentral Eropa (ECB).

Indeks pan-Eropa STOXX 600 merosot 0,63 persen ke level 594,92, mencatat penurunan hampir 6 persen sejak rekor tertingginya di akhir Februari.


Indeks DAX melemah 0,77 persen atau 181,66 poin menjadi 23.409,37. FTSE 100 Inggris turun 0,34 persen atau 35,23 poin ke posisi 10.249,52,. Sementara CAC Prancis kehilangan 0,98 persen atau 78,13 poin jadi 7.915,36 dan FTSE MIB Italia berkurang 0,29 persen atau 127,30 poin ke 44.024,96.

Sektor properti anjlok 2,7 persen dan menjadi penurunan terdalam karena sensitivitas terhadap ekspektasi suku bunga dan inflasi.

Sektor perjalanan dan perbankan turun masing-masing 2 persen dan 0,5 persen akibat kekhawatiran biaya energi dan risiko sistemik.

Satu-satunya sektor yang menghijau atau sektor energi yang menguat 1,4 persen, terdorong harga minyak yang mendekati 120 Dolar AS per barel.

Saham Kinnevik (Swedia) ambles 17 persen setelah adanya laporan short-selling dari Ningi Research. Sham Roche (Swiss) juga melemah 2,6 persen menyusul kegagalan uji klinis obat kanker payudara.

Investor tetap waspada seiring meningkatnya imbal hasil obligasi pemerintah Eropa ke level tertinggi dalam satu tahun, mencerminkan antisipasi pasar bahwa ECB mungkin akan menaikkan suku bunga pada periode Juni atau Juli mendatang.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Blusukan Jokowi Sulit Naikkan Suara PSI, Apalagi Goyang PDIP

Senin, 01 Juni 2026 | 04:00

UPDATE

Pasar Minyak Wait and See Situasi Terkini Hormuz

Selasa, 02 Juni 2026 | 10:14

Kedekatan dengan Megawati Menguntungkan Pemerintahan Prabowo

Selasa, 02 Juni 2026 | 10:04

Telur Jatuh di Bawah Harga Impas, BGN Turun Tangan

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:51

Kebakaran Hebat di Kemayoran Ludeskan 250 Rumah

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:38

Video Parade ALF di Perbatasan Aljazair Jadi Sorotan Internasional

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:32

Anies Angkat Topi untuk Dino Patti Djalal: Bukan Diplomat Karbitan

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:31

IHSG Loncat 1,35 Persen, Rupiah Tertekan Pagi Ini di Rp17.888 per Dolar AS

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:26

Iran Ancam Hentikan Negosiasi Jika Israel Terus Serang Lebanon

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:09

Wildan Hakim: Gandengan Tangan Prabowo dan Megawati Peristiwa yang Natural

Selasa, 02 Juni 2026 | 08:58

GREAT Institute: Shangri-La Dialogue Krusial untuk Navigasi Ketidakpastian Geopolitik

Selasa, 02 Juni 2026 | 08:43

Selengkapnya