Sekolah Shajareye Tayabeh luluh lantak usai dibombardir Israel. (Foto: X/@IRIMFA_SPOX)
Sekolah Shajareye Tayabeh luluh lantak usai dibombardir Israel. (Foto: X/@IRIMFA_SPOX)
Menurutnya, perang yang menewaskan ratusan anak sekolah merupakan tindakan yang melanggar nilai-nilai kemanusiaan dan hukum internasional. Ia menilai tragedi tersebut menunjukkan betapa kejamnya konflik bersenjata yang seharusnya tidak menyasar warga sipil, apalagi anak-anak.
“Ratusan anak SD yang ceria dan memulai aktivitas harus merasakan kejamnya perang. Ini melanggar semua hukum. Mesti ada yang bertanggung jawab,” ujar Mardani dalam keterangannya, Minggu, 8 Maret 2026.
Populer
Senin, 21 September 2026 | 03:25
Minggu, 20 September 2026 | 14:18
Minggu, 20 September 2026 | 18:58
Jumat, 25 September 2026 | 14:51
Senin, 21 September 2026 | 13:33
Minggu, 20 September 2026 | 05:26
Selasa, 22 September 2026 | 23:16
UPDATE
Sabtu, 26 September 2026 | 16:18
Sabtu, 26 September 2026 | 15:28
Sabtu, 26 September 2026 | 15:03
Sabtu, 26 September 2026 | 14:50
Sabtu, 26 September 2026 | 14:26
Sabtu, 26 September 2026 | 14:05
Sabtu, 26 September 2026 | 13:50
Sabtu, 26 September 2026 | 13:33
Sabtu, 26 September 2026 | 13:10
Sabtu, 26 September 2026 | 12:35