Berita

Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno. (Foto: Tim Eddy Soeparno)

Politik

Krisis Selat Hormuz Berlanjut, Eddy Soeparno: Waspada Persaingan Impor Migas

SABTU, 07 MARET 2026 | 21:43 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM dan Pertamina mewaspadai persaingan impor migas oleh negara-negara yang memiliki ketergantungan impor dari Timur Tengah yang lebih besar dari Indonesia.

Begitu dikatakan Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menyikapi gejolak keamanan di Timur Tengah.

Saat ini, kata Eddy, Indonesia mengimpor 20 persen kebutuhan migasnya dari Timur Tengah. Selebihnya diimpor dari Nigeria, Angola, Australia bahkan Brazil. 


"Artinya, Indonesia mampu mengandalkan dan bahkan meningkatkan suplai migasnya dari negara-negara di luar Timur Tengah saat pasokan migas dari Timur Tengah terhenti akibat penutupan lalu lintas migas yang melalui Selat Hormuz," kata Eddy kepada wartawan, Sabtu 7 Maret 2026.

Namun Eddy menyampaikan bahwa Indonesia perlu mencermati negara-negara lain seperti Cina, India, Jepang dan Korea Selatan yang memiliki volume impor yang lebih besar dari Indonesia, baik secara angka absolut maupun dari sumber Timur Tengah

“China misalnya mengimpor migas sekitar 11 juta barel per hari, disusul India sekitar 6 juta barel per hari dan Jepang serta Korsel di kisaran 2-2.5 juta barel per hari," katanya.

Wakil Ketua Umum PAN ini menjelaskan, jika volume impor China dan India dari Timur Tengah sekitar 55-60 persen dan Jepang serta Korsel mengandalkan Timur Tengah untuk 80-90 persen pasokan migasnya, maka penutupan Selat Hormuz akan membuat negara-negara tersebut segera mengalihkan impor migasnya dari sumber-sumber lain yang juga menjadi pemasok migas bagi Indonesia.

"Dengan kata lain, Indonesia bisa berebut pasokan minyak dan gasnya dengan negara-negara importir raksasa lainnya,” jelas Eddy. 

Karena itu, Eddy, ini meminta agar Pertamina mengantisipasi skenario terburuk dalam hal pasokan terganggu dan harga migas melonjak lebih tinggi dari saat ini.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya