Berita

Selat Hormuz (Foto: Google Maps)

Bisnis

Rusia Cuan, Orderan Minyak Meningkat Sejak Perang Iran

SABTU, 07 MARET 2026 | 08:59 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perang terbuka antara Amerika Serikat (AS), Israel dan Iran justru memberi keuntungan ekonomi jangka pendek bagi Rusia karena permintaan minyak dan gas dari negara tersebut meningkat tajam di pasar global, terutama dari India.

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan permintaan energi Rusia meningkat tajam sejak konflik pecah.

“Kami melihat peningkatan signifikan permintaan terhadap sumber daya energi Rusia seiring perang di Iran,” kata Peskov, dikutip dari Reuters, Sabtu 7 Maret 2026.


Perang Iran yang telah memasuki hari kedelapan membuat Selat Hormuz - jalur pengiriman energi paling penting di dunia - nyaris tertutup. Jalur ini biasanya menjadi rute sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) global.

Gangguan ini membuat banyak negara kekurangan pasokan minyak dari Timur Tengah, sehingga mereka beralih ke Rusia sebagai alternatif.

Dengan melonjaknya permintaan harga minyak utama Rusia, Urals, kini melonjak tajam. Para pedagang mengatakan minyak Rusia yang dikirim ke pelabuhan India kini bahkan dijual lebih mahal dibanding minyak Brent, patokan harga minyak internasional.

Padahal sebelum konflik Iran pecah pada 28 Februari 2026, minyak Rusia biasanya dijual dengan diskon 10-13 Dolar AS per barel akibat sanksi Barat.

Kini situasinya berbalik. Minyak Urals yang dikirim ke India untuk pengiriman Maret hingga awal April dijual dengan premium sekitar 4-5 Dolar AS di atas Brent.

Lonjakan ini terjadi karena kilang minyak India tiba-tiba kehilangan pasokan minyak dari Timur Tengah.

Pemerintah AS juga memberikan izin sementara selama 30 hari kepada India untuk membeli minyak Rusia yang saat ini masih berada di laut. Langkah ini diambil setelah sebelumnya Washington menekan New Delhi agar mengurangi pembelian minyak Rusia.

Harga minyak global memang naik karena konflik Timur Tengah. Namun kenaikan minyak Rusia jauh lebih tajam.

Harga minyak Brent naik sekitar 25 persen dalam sepekan, sementara minyak Urals Rusia melonjak hampir 50 persen, dari 45,7 Dolar AS menjadi 68,6 Dolar AS per barel.

Analis energi dari Financial University Rusia, Igor Yushkov, menilai situasi ini sangat menguntungkan bagi Moskow.
“Konflik di Selat Hormuz menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi peningkatan pendapatan Rusia dari ekspor energi,” katanya.

Perang Iran juga mengguncang pasar gas global. Qatar sempat menghentikan produksi LNG setelah Iran melancarkan serangan ke negara-negara Teluk sebagai balasan atas serangan AS dan Israel.

Di sisi lain, beberapa negara Eropa masih mencoba mempertahankan pasokan gas Rusia meski Uni Eropa berencana menghentikan impor LNG Rusia pada akhir 2026 dan gas pipa pada 2027.

Pemerintah Rusia kini mempertimbangkan untuk mengalihkan pasokan LNG dari Eropa ke Asia, termasuk ke India, China, Thailand, dan Filipina.
Meski demikian, para analis menilai keuntungan Rusia dari konflik Iran kemungkinan hanya bersifat jangka pendek, sementara pengaruh geopolitiknya bisa melemah dalam jangka panjang.

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

Menguji Klaim MBG Kunci Pertumbuhan Ekonomi Triwulan 1

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:12

JK Disarankan Maafkan Ade Armando

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:07

41,7 Persen Jemaah Haji Aceh Lansia

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:43

Bank Pelat Merah Cabang Joglo Dipolisikan

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:26

Empat Hakim Ad Hoc PHI PN Medan Disanksi Kode Etik

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:03

Presensi Ilegal 3.000 ASN Brebes Alarm Serius bagi Integritas Birokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:42

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

Digitalisasi Parkir Genjot Pendapatan Daerah

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:02

Ini Cerita Penumpang Selamat dari Bus ALS Terbakar di Sumsel

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:31

Impor Blueray 90 Persen Tetap Jalur Merah

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:28

Selengkapnya