Berita

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (batik). (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Bisnis

Bahlil Lahadalia:

Stok BBM Aman, Nggak Perlu Panik!

SABTU, 07 MARET 2026 | 02:26 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Masyarakat diharapkan tidak melakukan panic buyingbahan bakar minyak (BBM) di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah akibat konflik antara Iran dan Israel yang melibatkan Amerika Serikat.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan ketersediaan BBM nasional masih dalam kondisi aman meski kapasitas penyimpanan minyak Indonesia terbatas.

“Kemampuan storage tempat penampung minyak kita sejak dahulu kala memang kapasitas tampungnya itu hanya 25 hari. Jadi tempat storage-nya itu hanya 25 hari," kata Bahlil kepada wartawan di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Jumat malam, 6 Maret 2026.


Bahlil menjelaskan, standar minimal ketersediaan minyak secara nasional berada di atas 20 hari. Saat ini, cadangan minyak Indonesia berada di level 23 hari sehingga masih berada dalam batas aman.

“Jadi itu artinya bahwa standar kepemilikan kita, minyak kita itu aman. Jadi nggak perlu ada panik, nggak perlu. Suplai lancar,” kata Ketua Umum Partai Golkar ini.

Bahlil juga mengungkapkan bahwa sebagian impor minyak mentah Indonesia sebelumnya berasal dari kawasan Timur Tengah. Namun pemerintah telah menyiapkan sumber alternatif untuk mengantisipasi dampak konflik geopolitik.

“Kami dengan Pertamina sudah switch dari Middle East kita ambil di Amerika, kemudian dari Nigeria, dan dari Brasil. Jadi tidak perlu ada panic buying,” kata Bahlil.

Untuk kebutuhan solar, Bahlil mengklaim bahwa produksinya sudah sepenuhnya berasal dari dalam negeri sehingga tidak bergantung pada impor.

Sementara untuk bensin, Indonesia mengimpor dari negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia, serta sebagian dipasok dari kilang dalam negeri.

“Jadi insyaallah sekalipun terjadi peperangan di Timur Tengah, kondisi kita aman. Sekali lagi saya katakan aman,” kata Bahlil.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Investor Diminta Wait and See, Pengamat Prediksi Banyak yang Ditangkap Imbas MSCI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:30

Serangan Houthi Ganggu Ajang Olahraga Saudi, Piala Asia Tetap Sesuai Jadwal

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:14

Putusan MK soal UU Peradilan Militer Momentum Akhiri Impunitas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:06

Komisi III DPR Desak Pelaku Korupsi Dana Bencana Dihukum Maksimal!

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:46

Daftar Negara Masuk Standalone Market MSCI, Ada 12 Negara

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:34

Dihantam Ancaman MSCI, IHSG Terancam Anjlok ke 4.700 Pekan Depan

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:24

Minyak Dunia Tembus 110 Dolar AS

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:07

Profil Hamenang Wajar Ismoyo, Bupati Klaten Tersangka Kasus Suap Audit BPK

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:53

Karhutla Meluas, Legislator Golkar Desak Evaluasi Pencegahan dan Penegakan Hukum

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:52

BMKG Deteksi Sebaran Asap Karhutla hingga Jakarta dan Papua

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:39

Selengkapnya