Berita

Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan. (Foto: RMOL/Jamaludin)

Politik

Zulhas Prediksi 15 Tahun Lagi Terjadi Perang Pangan

JUMAT, 06 MARET 2026 | 22:17 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Ketahanan pangan nasional menjadi perhatian serius pemerintah di tengah ancaman krisis global di masa depan.

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) sekaligus Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan alias Zulhas memprediksi, konflik global di masa depan bisa terjadi karena perebutan sumber pangan.

Zulhas mengatakan, berbagai negara mulai memperhitungkan ancaman krisis pangan global.


"Diperkirakan 15 tahun yang akan datang, orang bisa perang untuk memperebutkan sumber-sumber makan," kata Zulhas dalam acara buka puasa bersama di Rumah DPP PAN, Jakarta Selatan, Jumat malam, 6 Maret 2026.

Karena itu, pemerintah berupaya menyiapkan langkah antisipasi sejak dini melalui penguatan ketahanan pangan nasional.

"Nah kita jauh hari akan mempersiapkan," terang Zulhas.

Dalam kesempatan tersebut, Zulhas juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah lama memiliki visi terkait pentingnya kemandirian pangan nasional.

"Saya bersyukur alhamdulillah Pak Prabowo punya visi, punya pandangan jauh, karena sudah memprediksi apa-apa yang akan terjadi dan kebetulan memang prediksi beliau itu tepat," jelas Zulhas.

Menurutnya, langkah pertama yang harus dilakukan Indonesia adalah memastikan kemandirian pangan.

"Oleh karena itu yang pertama itu kita harus swasembada, kita harus mandiri, bisa saja kita punya uang tapi gak usah beli, dan kita pernah punya pengalaman pada waktu Covid-19," kata Zulhas.

Ia menambahkan, pemerintah juga telah mencapai swasembada beras dan jagung pada tahun lalu. Selain itu diharapkan tahun ini bisa swasembada protein melalui penguatan sektor perikanan dan peternakan.

"Tahun ini kita harus mampu swasembada protein. Protein itu ada ikan, ada ayam, ada telur, dan lain-lain, kita akan bangun itu, kita akan bangun seribu kampung nelayan," pungkasnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya