Berita

Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq. (Foto: RMOL/Jamaludin)

Politik

Ketum Golkar Tak Mau Dengar Kabar Tersangka Fadia Arafiq

JUMAT, 06 MARET 2026 | 21:53 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia enggan menanggapi penetapan tersangka Bupati Pekalongan yang juga kader Golkar, Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

Fadia diketahui terjerat kasus dugaan korupsi pengadaan outsourcing di Pemkab Pekalongan. Namun, Fadia mengaku tidak memahami aturan pengadaan barang dan jasa karena memiliki latar belakang pedangdut.

Saat ditanya perihal penetapan tersangka salah satu kader Golkar itu, Bahlil enggan merespons pertanyaan wartawan. Ia mengatakan malam ini waktunya peringatan Nuzulul Quran atau hari ke-17 Ramadan 1447 H. 


“Ahh sudahlah, nuzulul Quran, nuzulul Quran,” sergah Bahlil di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Jumat, 6 Maret 2026. 

Fadia Arafiq terjerat kasus dugaan korupsi pengadaan jasa outsourcing di lingkungan Pemkab Pekalongan.

Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu mengatakan, penetapan tersangka dilakukan setelah tim menemukan bukti permulaan yang cukup terkait dugaan keterlibatan Fadia dari hasil operas tangkap tangan (OTT).

"KPK menaikkan perkara ini ke tahap penyidikan dengan menetapkan satu orang sebagai tersangka, yaitu saudari FAR selaku Bupati Pekalongan periode 2025-2030," kata Asep pada Rabu, 4 Maret 2026.

KPK langsung melakukan penahanan terhadap Fadia selama 20 hari pertama sejak hari ini hingga 23 Maret 2026 di Rutan Cabang Gedung Merah Putih KPK.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya