Berita

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian), Airlangga Hartarto. (Foto: RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

Menko Airlangga Putar Otak Antisipasi Konflik Timteng

JUMAT, 06 MARET 2026 | 21:05 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Pemerintah mulai mewaspadai potensi gangguan transportasi dan perdagangan global akibat konflik di kawasan Timur Tengah, terutama setelah sejumlah penerbangan dan jalur pelayaran internasional dilaporkan terdampak.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi memengaruhi arus mobilitas penumpang maupun distribusi barang, mengingat wilayah Timur Tengah selama ini menjadi salah satu simpul transit penting penerbangan dunia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan situasi itu perlu diantisipasi karena sejumlah rute penerbangan di kawasan tersebut mulai terganggu.


“Bayangkan di Timur Tengah, Dubai, Qatar, Doha tidak terbang. Padahal satu tahun mereka 90 juta orang yang transit, jadi sangat berpengaruh baik yang ke Eropa maupun ke Asia,” kata Airlangga di Mal Senayan City, Jakarta, Jumat, 6 Maret 2026. 

Selain penerbangan, pemerintah juga mencermati potensi gangguan pada jalur pelayaran internasional yang selama ini menjadi jalur penting perdagangan global.

“Dan juga terkait dengan kapal. Kapal juga sebagian juga tidak berjalan,” ujarnya.

Menurut Airlangga, ketidakpastian geopolitik tersebut menjadi faktor yang harus diwaspadai pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi hingga akhir tahun. Ia menilai konflik yang berlangsung belum dapat dipastikan durasinya sehingga memerlukan langkah antisipasi sejak dini.

“Kita melihat ketidakpastian begitu tinggi. Kita belum tahu berapa lama perang terjadi dan berapa lama transportasi terganggu terutama dari Timur Tengah,” kata dia.

Meski demikian, pemerintah menilai Indonesia memiliki pengalaman menghadapi situasi serupa sebelumnya sehingga berbagai langkah mitigasi akan disiapkan. Salah satu strategi yang ditekankan adalah memperkuat pasar domestik agar perekonomian tetap bergerak meski terjadi tekanan eksternal.

Menurutnya, penguatan pasar dalam negeri menjadi arahan Presiden Prabowo Subianto, mengingat Indonesia memiliki basis konsumen yang besar.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya