Berita

Ilustrasi Musim Kemarau (Sumber: Freepik)

Nusantara

7 Daftar Wilayah Memasuki Kemarau April 2026

JUMAT, 06 MARET 2026 | 17:55 WIB | OLEH: TIFANI

RMOL. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagian wilayah Indonesia akan mulai memasuki musim kemarau lebih awal pada April 2026. Melansir laman resmi BMKG, kondisi tersebut dipengaruhi oleh perubahan fenomena iklim global di Samudera Pasifik.

BMKG mencatat sebanyak 114 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 16,3 persen wilayah Indonesia diprediksi mulai memasuki musim kemarau pada April 2026. Berdasarkan booklet Pemutakhiran Prediksi Musim Hujan 2025/2026 dari BMKG, Zona Musim (ZOM) merupakan wilayah yang memiliki pola musim hujan dan kemarau yang relatif sama.

BMKG menggunakan pembagian wilayah ini untuk memantau serta memprediksi awal dan puncak musim di berbagai daerah di Indonesia. Wilayah yang diperkirakan lebih dulu mengalami musim kemarau antara lain:

Perubahan arah angin dari angin musim barat menjadi angin musim timur menjadi salah satu tanda dimulainya musim kemarau di wilayah-wilayah tersebut. Wilayah lain akan menyusul memasuki musim kemarau pada bulan berikutnya, sebagai berikut: Berdasarkan data tersebut, awal musim kemarau di 325 ZOM (46,5 persen wilayah Indonesia) diprediksi terjadi lebih cepat dari biasanya. Wilayah yang diprediksi mengalami awal kemarau lebih maju meliputi sebagian besar Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan bagian selatan dan timur, sebagian besar Sulawesi, Maluku, hingga sebagian wilayah Papua


Puncak Musim Kemarau 2026

Berdasarkan hasil analisis BMKG, puncak musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi terjadi pada Agustus 2026. Wilayah ini mencakup 429 ZOM atau sekitar 61,4 persen wilayah Indonesia. Wilayah lain akan mengalami puncak kemarau pada Juli (12,6 persen) dan September (14,3 persen).

Wilayah yang memasuki puncak musim kemarau pada Juli meliputi sebagian wilayah Sumatera, Kalimantan bagian tengah dan utara, serta merambah ke sebagian kecil Jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, hingga wilayah barat Pulau Papua. Memasuki bulan Agustus, cakupan wilayah yang mengalami puncak kemarau semakin meluas secara signifikan.

Kondisi kering ini akan mendominasi wilayah Sumatera bagian tengah dan selatan, Jawa Tengah hingga Jawa Timur, sebagian besar Kalimantan dan Sulawesi, seluruh wilayah Bali dan Nusa Tenggara, serta sebagian Maluku dan Pulau Papua. Pada periode September, puncak musim kemarau masih dialami di sebagian Lampung, sebagian kecil Jawa, dan sebagian besar NTT.

Selain itu, puncaknya juga akan dirasakan di wilayah Sulawesi bagian utara dan timur, sebagian besar Maluku Utara, sebagian Maluku, serta sebagian kecil Pulau Papua. Lebih lanjut, BMKG memproyeksikan sifat musim kemarau 2026 secara umum akan bersifat Bawah Normal atau lebih kering dari biasanya di 451 ZOM (64,5 persen) dan Normal di 245 ZOM (35,1 persen).

Sebaliknya, hanya terdapat 3 ZOM (0,4 persen) di wilayah Gorontalo dan Sulawesi Tenggara yang berpotensi mengalami kemarau Atas Normal atau lebih basah. BMKG mengingatkan agar pemerintah daerah, kementerian, dan masyarakat mulai melakukan langkah antisipasi untuk menghadapi potensi kekeringan, penurunan kualitas udara, hingga kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.


Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

PLN Gercep Pulihkan Listrik Pascagempa NTT: Bukti Negara Hadir

Senin, 17 Agustus 2026 | 16:26

Peduli NTT, Pemkab Tuban Batalkan Pesta Kemerdekaan

Senin, 17 Agustus 2026 | 16:15

Tunda Agenda Internal, PDIP Fokus Bantu Korban Gempa NTT

Senin, 17 Agustus 2026 | 16:00

Ketika Emak-emak Mengamuk di Depan Kepala BGN

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:50

HUT RI Momentum Bangkit Bersama di Tengah Duka Gempa

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:49

Operasional Pelabuhan Marina Disetop Pangkas Pendapatan Daerah Rp11 Miliar

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:33

PKS Yakin Rakyat Aceh Konsisten Bersama NKRI

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:30

BI Luncurkan Kartu Kredit Indonesia, Bisa Dipakai via QRIS

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:27

Bitcoin Menguat Terimbas Sentimen Positif Pasar Kripto Global

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:19

HUT Ke-81 RI Diwarnai Duka Gempa NTT: Ada Kesedihan di Tengah Perayaan

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:17

Selengkapnya