Berita

Presiden AS Donald Trump. (Foto: Shutterstock)

Global

Trump Ngaku Tak Khawatir Harga Minyak Naik Usai Tenggelamkan Kapal Perang Iran

JUMAT, 06 MARET 2026 | 14:57 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku tidak mencemaskan lonjakan harga minyak dunia yang terjadi di tengah konflik AS dan Iran sejak akhir Februari lalu. 

Hal tersebut dikatakan Trump setelah harga minyak global tercatat melonjak sekitar 16 persen sejak serangan awal AS bersama Israel pada akhir bulan lalu. 

Dampaknya, rata-rata harga bahan bakar di Amerika Serikat meningkat sekitar 27 sen dalam sepekan terakhir menjadi sekitar 3,25 Dolar AS per galon.


Namun demikian, ia meyakini harga energi akan kembali turun setelah perang berakhir.

“Saya tidak khawatir soal itu. Harga akan turun sangat cepat setelah ini berakhir, dan jika naik, ya naik saja, tetapi ini jauh lebih penting daripada kenaikan harga bensin sedikit,” ujar Trump seperti dikutip dari Reuters, Jumat 6 Maret 2026.

Trump juga menyebut pemerintah belum memiliki rencana untuk melepas cadangan minyak strategis negara. Ia menilai potensi penutupan jalur distribusi energi di Selat Hormuz tidak akan berlangsung lama.

Menurutnya, pengiriman minyak di jalur tersebut masih dapat berjalan karena militer AS mengklaim telah melumpuhkan kekuatan angkatan laut Iran di kawasan itu.

Klaim tersebut dikatakan Trump setelah pasukan militer AS menyerang kapal perang Iran di Samudra Hindia. Insiden itu terjadi ketika kapal selam Angkatan Laut AS menembakkan torpedo yang menenggelamkan fregat Iran IRIS Dena di perairan dekat Sri Lanka. 

Kapal tersebut dilaporkan sedang dalam perjalanan pulang setelah mengikuti latihan militer internasional yang digelar India.

Otoritas Sri Lanka menyatakan sebanyak 32 awak kapal berhasil diselamatkan. Namun sedikitnya 87 pelaut Iran dilaporkan tewas akibat serangan tersebut.

Trump mengatakan salah satu tujuan utama perang ini adalah untuk melenyapkan angkatan laut Iran.

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Jokowi Sumber Masalah Bangsa

Minggu, 08 November 2026 | 08:43

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

UPDATE

Komisi III DPR Dukung Kejagung Bongkar Tuntas Mafia Nikel di Sultra

Senin, 09 November 2026 | 00:30

Menanti Hoegeng di Zaman Now

Senin, 09 November 2026 | 00:06

Ratusan Ojol dan Sahabat Disabilitas Peroleh Santunan Jelang HUT ke-15 Nasdem

Minggu, 08 November 2026 | 23:41

Surya Paloh Ingatkan Ego Partai Tak Boleh Kalahkan Kepentingan Nasional

Minggu, 08 November 2026 | 23:37

Jimly Minta 8 Partai di Parlemen Segera Bermusyawarah soal Gibran

Minggu, 08 November 2026 | 23:25

UI dan Peradi Profesional Perkuat Kolaborasi Lewat Networking Golf Tournament 2026

Minggu, 08 November 2026 | 20:55

Mutu Audit jadi Penentu Kepercayaan Publik terhadap Korporasi

Minggu, 08 November 2026 | 20:00

Desak Tito Mundur, Faizal Assegaf: Dia Lingkar Inti Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 19:45

Ubedilah Badrun: Patron Jenderal Listyo Sigit Bertahun-tahun adalah Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 19:38

Prabowo Kumpulkan 10 Mantan Kapolri di Hambalang, Ada Da'i Bachtiar hingga Tito Karnavian

Minggu, 08 November 2026 | 18:48

Selengkapnya