Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: RMOL)

Dunia

Pakistan dan UEA Dukung Prabowo Jadi Mediator Konflik Iran

JUMAT, 06 MARET 2026 | 13:12 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Upaya Presiden RI Prabowo Subianto untuk mengambil peran sebagai mediator dalam meredakan ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran mendapat sambutan positif dari sejumlah negara sahabat. 

Tokoh Nahdlatul Ulama, Nusron Wahid, mengungkapkan bahwa Pakistan dan Uni Emirat Arab (UEA)) memberikan dukungan agar Indonesia terlibat langsung sebagai penengah untuk meredam potensi eskalasi konflik.

“Langkah-langkah yang diambil Pak Presiden itu mendapat support dari beberapa negara Timur Tengah dan negara Islam lain. Termasuk dari Pakistan, juga UAE (Uni Emirat Arab),” kata Nusron usai acara buka puasa Presiden Prabowo bersama para tokoh ulama di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis malam, 5 Maret 2026.


Menurut Nusron, Indonesia juga akan memanfaatkan momentum kepemimpinan dalam forum D-8 Organization for Economic Cooperation untuk mendorong komitmen bersama negara-negara Islam dalam menjaga stabilitas dan perdamaian di kawasan Teluk serta Timur Tengah yang belakangan kian memanas.

“Intinya, Pak Presiden bersama tujuh pemimpin negara yang tergabung dalam kelompok delapan itu, menginginkan adanya perdamaian. Jangan sampai perang berlarut-larut terutama di Iran maupun di kawasan Teluk dan sebagainya,” imbuhnya.

Lebih jauh, Nusron menyebut Presiden juga memaparkan sejumlah langkah diplomasi yang ditempuh Indonesia untuk meredakan ketegangan global. 

Salah satunya melalui partisipasi aktif Indonesia dalam berbagai forum kerja sama internasional, termasuk inisiatif perdamaian melalui Board of Peace (BoP).

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memberikan dukungan terhadap langkah diplomasi pemerintah. 

“Posisi Pak Presiden, bangsa Indonesia sudah menerima BOP ini sebagai sarana, sebagai ikhtiar menuju perdamaian. Setidaknya ikhtiar ini dicoba dulu. Jangan sampai ikhtiar dan usahanya belum dilakukan, sudah diminta untuk keluar terlebih dahulu,” kata Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN tersebut.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Penumpang Kereta Bandara Tembus 6,2 Juta Pelanggan Hingga Mei 2026

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:20

Fantastis! Harta Menteri dari PAN Trenggono Melejit Setengah Triliun dalam Setahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:15

Prabowo Dorong WNI Masuk Pasar Kerja Teknologi Jerman

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:11

Warna-warni Kendaraan Hias Meriahkan Perayaan 1 Muharam

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:10

Oktasari: Kritik Boleh, Tapi Jangan Abaikan Kerja Pemerintah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:46

Prabowo Sampaikan Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Belum Lapor LHKPN 2025, Mendes Yandri Punya Harta Rp20,95 Miliar Saat Awal Menjabat

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Israel Masih Tak Terima Rencana Damai Iran-AS

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:12

Kekayaan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan Naik 83 Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:52

Universitas Binawan Buka Akses Penyetaraan Kualifikasi Nakes Indonesia di Uni Eropa

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:44

Selengkapnya