Berita

Ilustrasi

Politik

Perang AS–Iran Bisa Berlangsung Lama dengan Politisasi Isu Sunni–Syiah

JUMAT, 06 MARET 2026 | 12:52 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Mantan Hakim Mahkamah Konstitusi sekaligus Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Indonesia, Jimly Asshiddiqie, menilai konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran berpotensi berlangsung lama karena dipicu berbagai kepentingan geopolitik dan isu sektarian di kawasan Timur Tengah.

Menurut Jimly, konflik tersebut juga berisiko memunculkan narasi perpecahan antara kelompok Sunni dan Syiah yang dapat memperdalam fragmentasi di dunia Arab dan dunia Islam secara luas.

“Perang AS-Israel vs Iran akan berlangsung lama dengan peralat isu Sunni vs Syiah memecah belah dunia Arab,” ujar Jimly lewat akun X miliknya, Jumat, 6 Maret 2026.


Dalam situasi tersebut, Jimly memandang negara-negara besar Muslim non-Arab perlu mengambil peran lebih aktif untuk menjaga kerukunan dan stabilitas dunia Islam.

Ia menilai Indonesia dapat memainkan peran penting bersama negara Muslim lain yang memiliki pengaruh di tingkat internasional, seperti Pakistan dan Turki, untuk mendorong proses mediasi.

“Sangat baik jika negara-negara besar Muslim non-Arab dapat bersama-sama aktif untuk kerukunan dunia Islam. Maka tepat jika ide mediasi oleh RI dilakukan bersama Pakistan dan Turki untuk mediasi Iran-Arab,” jelasnya.

Namun demikian, Jimly menekankan bahwa mediasi yang dimaksud sebaiknya difokuskan pada upaya meredakan ketegangan internal di dunia Islam, bukan langsung pada konflik antara Iran dan Israel.

Menurutnya, pendekatan tersebut lebih realistis mengingat eskalasi konflik yang terjadi belakangan ini, termasuk setelah terbunuhnya pemimpin tertinggi Iran.

“Mediasi sebaiknya dilakukan untuk internal dunia Islam, bukan antara Iran vs Israel yang baru saja membunuh Ayatullah Khamenei,” pungkas Jimly.

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

KAI Wisata Hadirkan Kereta Panoramic Rute Jakarta–Yogyakarta dan Solo

Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:37

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

Cinema XXI Bukukan Pendapatan Rp5,86 Triliun Sepanjang 2025

Jumat, 06 Maret 2026 | 12:13

Trump Ketahuan Bohong 30 Ribu Kali Selama Empat Tahun Berkuasa

Jumat, 06 Maret 2026 | 11:59

Fandi Ramadan Divonis 5 Tahun, Komisi III DPR Akan Panggil Penyidik dan Jaksa

Jumat, 06 Maret 2026 | 11:59

Youth Choice Award 2026: Sinyal Pergeseran Fokus Asuransi ke Generasi Muda

Jumat, 06 Maret 2026 | 11:54

Emas Antam Turun ke Rp3,02 Jutaan Hari Ini

Jumat, 06 Maret 2026 | 11:46

Vonis 5 Tahun untuk ABK Fandi Disambut Lega Komisi III DPR

Jumat, 06 Maret 2026 | 11:33

Komisaris TASPEN Pastikan Penyerahan THR Pensiunan Berjalan Baik

Jumat, 06 Maret 2026 | 11:31

Pemprov DKI Buka Posko THR Jelang Idulfitri

Jumat, 06 Maret 2026 | 11:30

Prabowo Tegaskan BoP Masih Jadi Ikhtiar Indonesia Dorong Perdamaian Palestina

Jumat, 06 Maret 2026 | 11:23

Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Jabodetabek

Jumat, 06 Maret 2026 | 11:21

Selengkapnya