Berita

Ketua Bidang Penanggulangan Bencana MUI Nusron Wahid (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Politik

Prabowo Tegaskan BoP Masih Jadi Ikhtiar Indonesia Dorong Perdamaian Palestina

JUMAT, 06 MARET 2026 | 11:23 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) masih menjadi bagian dari ikhtiar diplomasi untuk mendorong terciptanya perdamaian di Palestina.

Walau ada usulan dari beberapa pihak agar Indonesia menangguhkan keanggotaan, Presiden tetap memandang BoP sebagai wadah dialog dan perundingan yang penting di tengah konflik yang belum usai.

"Posisi Pak Presiden, bangsa Indonesia sudah menerima BoP ini sebagai sarana, sebagai ikhtiar menuju perdamaian. Setidaknya ikhtiar ini dicoba dulu. Jangan sampai ikhtiar dan usahanya belum dilakukan, sudah diminta untuk keluar terlebih dahulu," ungkap Ketua Bidang Penanggulangan Bencana MUI Nusron Wahid usai menghadiri acara buka puasa bersama Presiden dan ratusan tokoh agama di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis malam, 5 Februari 2026.


Menurut Nusron, Presiden tetap terbuka terhadap masukan dari sejumlah pihak yang meminta Presiden menangguhkan bahkan keluar dari keanggotaan BoP. 

“Kalau ada satu dua yang masih punya pendapat seperti itu kita hargai. Tapi kita kewajiban sebagai Kepala Negara, Bapak Presiden berkewajiban untuk menjelaskan seutuhnya. Tapi kalau memang yang bersangkutan menyarankan, ya, ya sudah. Ya namanya kita hargai sarannya,” ujar Nusron.

Namun Prabowo memandang BoP sebagai sarana diplomasi yang perlu ditempuh terlebih dahulu, mengingat belum ada alternatif forum lain yang memiliki mekanisme perdamaian konkret selain BoP.

"Pak Presiden juga mempertanyakan, terus kalau seandainya ada yang menawarkan kita mendesak keluar dari BoP, terus tawarannya kita meja berunding dalam rangka menciptakan perdamaian itu di medan apa? Di forum apa? Karena forum untuk melakukan perundingan perdamaian di Palestina dan Gaza, itu satu-satunya hari ini adalah di BOP," pungkasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

UPDATE

Investasi Jakarta Tertinggi Nasional, Tumbuh 22,1 Persen

Rabu, 04 November 2026 | 00:34

Pemerintah Optimis Polri Bakal Bongkar Aktor Intelektual Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 00:20

Geledah Pukul 03.20

Rabu, 04 November 2026 | 00:04

Peduli Karhutla, PKSS Salurkan Ribuan Masker dan Susu Steril

Selasa, 03 November 2026 | 23:43

Listyo Sigit Cs Salah Pilih Lawan, Akhirnya Masuk Penjara

Selasa, 03 November 2026 | 23:22

WNA China Praperadilkan BNN di PN Jaktim terkait Narkoba

Selasa, 03 November 2026 | 23:00

Ditanya soal Gibran Ikut Disadap, Yusril: Wallahu A'lam bish-Shawab

Selasa, 03 November 2026 | 22:45

TEI 2026 jadi Pintu Ekspor Produk Sawit dan Pangan Indonesia

Selasa, 03 November 2026 | 22:32

Ini Kronologi Penyadapan Prabowo oleh Listyo Sigit Dkk

Selasa, 03 November 2026 | 22:29

Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin BUMN dengan Nilai Integritas dan Nasionalisme

Selasa, 03 November 2026 | 22:13

Selengkapnya