Berita

Din Syamsuddin (Foto: Dokumentasi RMOL)

Politik

Din Syamsuddin: Pertemuan Prabowo dengan Ormas hanya Monolog

JUMAT, 06 MARET 2026 | 11:13 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan sejumlah tokoh organisasi masyarakat (ormas) selama ini dinilai belum mampu menyelesaikan persoalan. Pasalnya, pertemuan tersebut berlangsung lebih bersifat monolog daripada dialog.

Hal itu disampaikan Ketua Komite Pengarah Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina (ARI-BP), Prof. Dr. Din Syamsuddin, kepada wartawan, Jumat, 6 Maret 2026.

“Pertemuan-pertemuan itu bersifat monolog, tidak dialogis. Mungkin sejenak bisa menjadi panacea, tapi untuk jangka panjang potensial membawa malapetaka. Mengingat situasi global, Indonesia tidak akan sanggup memikulnya,” ujar Din.


Din juga menekankan agar para pembantu Presiden tidak menyampaikan argumen yang bersifat artifisial, tetapi mengutamakan logika dan rasionalitas dalam menanggapi kritik dari para pakar.

“Jangan remehkan pendapat para pakar yang jernih dan loyal kritis. Para pembantu terdekat Presiden agar tidak cenderung berdalih dengan argumen artifisial, tapi mengedepankan logika dan rasionalitas,” tegas mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini.

Lebih lanjut, Din mengingatkan kembali slogan yang pernah disampaikan Prabowo saat Pilpres 2024.

“Saatnya bagi Presiden Prabowo untuk mengamalkan slogannya kala Pilpres dulu: *Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Kalau bukan kita, siapa lagi?* Masih ada waktu sebelum terlambat, dan nasi terlanjur menjadi bubur,” pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan sejumlah pimpinan ormas Islam di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 3 Februari 2026. Pertemuan ini digelar untuk membahas keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP), yang belakangan menjadi perhatian publik.

Presiden Prabowo akan menguraikan alasan strategis di balik keputusan Indonesia bergabung dalam Board of Peace kepada seluruh tokoh ormas Islam yang hadir.

“(Pertemuan) siang hari ini berkaitan dengan pembicaraan mengenai BoP, dan penjelasan akan dilakukan seputar isu tersebut,” ungkap Menteri Luar Negeri Sugiono kepada awak media.

Teranyar, Presiden Prabowo Subianto mengundang sejumlah tokoh agama Indonesia untuk berbuka puasa di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 5 Februari 2026.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Ketua Umum MUI Anwar Iskandar, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf, dan tokoh lainnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, Purbaya Belum Tambah Subsidi Energi

Sabtu, 12 September 2026 | 02:25

One Asia Golf Cup 2026 Diikuti 144 Pengusaha dari 11 Negara

Sabtu, 12 September 2026 | 02:14

Relawan Prabowo-Gibran Tak cuma Hadir saat Pemilu

Sabtu, 12 September 2026 | 01:30

Ferry Boboho Balikin Duit Rp5 Miliar, Diduga terkait Pemerasan Febrie

Sabtu, 12 September 2026 | 01:10

Maruli Janji Dongkrak Peringkat Atlet Judo Indonesia

Sabtu, 12 September 2026 | 01:01

ERP Solusi Pengendalian Kemacetan Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 00:34

Simak Rekayasa Lalin Persija-Persib di GBK

Sabtu, 12 September 2026 | 00:18

Jarnas Konsisten Kawal Program Pro Rakyat Prabowo-Gibran

Sabtu, 12 September 2026 | 00:00

Haji Dimulai dari Kalkulator

Jumat, 11 September 2026 | 23:35

Baznas Kembali Raih Indonesia Most Reputable Companies Award 2026

Jumat, 11 September 2026 | 23:20

Selengkapnya